Melalui platform ini, pemerintah daerah dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif UMKM lokal dalam rantai belanja pemerintah.
Lebih jauh, Baiquni menegaskan bahwa Si Muli tidak dirancang sekadar sebagai platform jual beli.
Marketplace ini diharapkan berkembang menjadi ekosistem digital UMKM yang menghubungkan pemerintah daerah, BUMD, pelaku usaha, dan pasar digital modern.
Dengan perputaran belanja pemerintah yang terserap oleh produk lokal, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung Selatan.
BACA JUGA:Polda Lampung Bongkar Love Scamming, Korban Guru Diperas hingga Rp70 Juta
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menekankan bahwa Si Muli merupakan perwujudan penggabungan identitas lokal dengan inovasi teknologi.
Nama Si Muli tidak hanya menjadi akronim sistem, tetapi juga merepresentasikan Ulun Lampung Asli sebagai identitas daerah yang diangkat ke dalam ekosistem ekonomi digital modern.
Menurut Bupati Egi, Si Muli bukanlah toko online biasa, melainkan pasar digital khusus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Platform ini dirancang agar produk lokal dikelola secara profesional, memiliki daya saing, serta menjadi pilihan utama dalam belanja pemerintah.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Dukung PSEL Bakung, Asal Tak Sekadar Wacana
Ia juga mengapresiasi peran Perseroda Lampung Selatan Maju sebagai BUMD yang adaptif dan inovatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program Si Muli menyasar tiga kelompok utama, yakni aparatur pemerintah sebagai pelopor penggunaan produk lokal, pelaku UMKM sebagai penyedia barang dan jasa terintegrasi sistem, serta masyarakat luas yang ingin mengakses produk unggulan daerah.
Dengan mengusung tagline “From Local to Global”, Si Muli diharapkan menjadi jembatan digital bagi UMKM Lampung Selatan untuk naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.