Pakaian dan Perhiasan dalam Masyarakat Mesir Kuno

Rabu 04-02-2026,18:03 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Selain sebagai hiasan, perhiasan juga memiliki fungsi spiritual. Banyak perhiasan dibuat dalam bentuk simbol keagamaan, seperti ankh yang melambangkan kehidupan, scarab yang melambangkan kelahiran kembali, serta mata Horus yang dipercaya memberikan perlindungan dan kesehatan. 

Perhiasan semacam ini dianggap sebagai jimat yang mampu melindungi pemakainya dari bahaya dan penyakit.

Kepercayaan terhadap kehidupan setelah mati membuat perhiasan memiliki peran penting dalam upacara pemakaman. Jenazah sering dikuburkan bersama perhiasan sebagai bekal di alam akhirat. Para bangsawan bahkan dimakamkan dengan perhiasan lengkap agar roh mereka tetap terlindungi.

BACA JUGA:Isu Perceraian Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Kembali Mencuat, Ini Faktanya

Gaya Rambut dan Aksesori Pendukung

Penampilan masyarakat Mesir Kuno tidak lengkap tanpa gaya rambut dan aksesori. 

Banyak orang mencukur rambut mereka demi kebersihan, lalu mengenakan wig atau rambut palsu yang terbuat dari rambut manusia atau serat tanaman. Wig sering dihiasi manik-manik atau perhiasan emas, terutama bagi kaum bangsawan.

Aksesori lain seperti ikat kepala, mahkota, dan hiasan dahi juga digunakan, khususnya oleh firaun dan pendeta. 

BACA JUGA:Skema KUR BRI 2026 Pinjaman Rp50 Juta Februari, Solusi Modal Usaha dengan Cicilan Terjangkau

Semua elemen ini menunjukkan bahwa penampilan memiliki makna sosial dan religius yang mendalam.

Pakaian dan perhiasan dalam masyarakat Mesir Kuno bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan cerminan nilai budaya, struktur sosial, dan kepercayaan spiritual yang kuat. 

Kesederhanaan bentuk berpadu dengan makna simbolis yang mendalam, menjadikan busana Mesir Kuno sebagai salah satu warisan budaya paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia. 

Hingga kini, gaya dan simbolnya masih menginspirasi dunia seni, mode, dan budaya modern.(*)

Kategori :