MEDIALAMPUNG.CO.ID - Anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Yuni Karnelis, menilai Pemerintah Kota Bandar Lampung belum menunjukkan kinerja optimal dalam menyediakan ruang serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan generasi muda.
Menurutnya, hingga saat ini kebutuhan anak muda untuk berekspresi secara positif dan mendapatkan pendampingan yang tepat belum sepenuhnya terakomodasi.
Yuni menegaskan bahwa keberadaan wadah yang sehat dan inklusif menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah derasnya pengaruh sosial dan digital yang semakin kompleks.
Yuni menyoroti masih terbatasnya ruang dan program yang benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan anak muda di Bandar Lampung.
BACA JUGA:Operasi Keselamatan Krakatau 2026 Dimulai, Polda Lampung Kerahkan 862 Personel
Ia menilai, tanpa dukungan lingkungan yang tepat, potensi generasi muda sulit berkembang secara optimal.
“Kami melihat Pemkot Bandar Lampung sejauh ini belum maksimal dalam mengakomodir kebutuhan anak muda untuk memberikan ruang atau lingkungan yang baik. Padahal, ketersediaan wadah yang positif sangat krusial agar mereka memiliki tempat berekspresi sekaligus memperoleh bimbingan yang benar,” ujar Yuni.
Menurutnya, ruang ekspresi tidak hanya berbentuk fasilitas fisik, tetapi juga program pembinaan yang berkelanjutan, terarah, dan relevan dengan tantangan generasi saat ini.
Dalam keterangannya, Yuni juga menyinggung kondisi sosial di wilayah Teluk Betung Selatan yang dinilai masih menghadapi tantangan serius.
BACA JUGA:Aktivis Nilai Lemahnya Pengawasan Pemkot Picu Pengerukan Gunung Camang
Ia menyebut terdapat sejumlah lingkungan yang berpotensi memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan anak muda, khususnya generasi Z.
“Bukan rahasia umum lagi, masih banyak lingkungan di Teluk Betung Selatan yang bisa memberi pengaruh buruk. Faktanya, ada anak muda yang terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, bahkan hingga ikut dalam peredaran obat-obatan tersebut. Ini tentu kondisi yang sangat memprihatinkan,” tegasnya.
Menurut Yuni, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan sosial serta kurangnya ruang alternatif yang mampu menyalurkan energi dan kreativitas anak muda ke arah yang positif.
Menyikapi fenomena tersebut, Yuni menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak.
BACA JUGA:Keluhan Jalan Rusak Berujung RDP, Komisi II DPRD Minta PUPR Perketat Rekanan dan Perbaikan Total