MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pepes pindang merupakan salah satu hidangan tradisional Nusantara yang memadukan ikan pindang dengan racikan bumbu rempah khas Indonesia.
Ikan dibungkus daun pisang lalu dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang, menghasilkan sajian sederhana dengan aroma harum dan cita rasa yang menggugah selera.
Olahan ini dikenal luas di berbagai daerah, terutama di Jawa dan Madura, sebagai menu rumahan yang kaya rasa dan sarat nilai tradisi.
Berbeda dengan pepes ikan segar pada umumnya, pepes pindang menggunakan ikan yang telah melalui proses perebusan dengan garam.
BACA JUGA:Resmi 2026, KUR BRI Tawarkan Plafon Rp500 Juta dan Bunga 6 Persen
Proses tersebut menghasilkan tekstur ikan yang lebih padat dengan rasa gurih alami yang kuat.
Kombinasi ini menjadikan pepes pindang memiliki karakter khas yang sulit ditemukan pada olahan ikan lainnya.
BACA JUGA:Pengedar Sabu Asal Bandung Dibekuk di Lampung Utara
Asal Usul dan Keunikan Pepes Pindang
Pindang pada dasarnya merupakan metode pengawetan ikan tradisional yang bertujuan memperpanjang daya simpan tanpa menghilangkan cita rasa alaminya.
Ikan pindang kemudian diolah kembali menjadi berbagai masakan, salah satunya pepes.
Teknik pepes sendiri telah lama dikenal dalam khazanah kuliner Nusantara, khususnya di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Madura.
Keunikan pepes pindang terletak pada perpaduan rasa asin dan gurih dari ikan pindang dengan bumbu halus yang kaya rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai, dan kunyit.
Penggunaan daun pisang sebagai pembungkus tidak hanya berfungsi melindungi bahan saat dimasak, tetapi juga memberikan aroma alami yang khas sehingga menambah kelezatan hidangan.
BACA JUGA:Jam Tangan Wanita Elegan, Aksesori Wajib untuk Gaya Berkelas