“Generasi muda harus kita siapkan bukan hanya cerdas, tapi juga berkarakter dan cinta tanah air,” tegasnya.
Kegiatan PIP-WK ini juga menghadirkan Ustaz Gufron Aziz Fuadi sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya memahami Pancasila secara mendalam sebelum mengimplementasikannya dalam kehidupan bernegara.
“Kesalahan dalam praktek bernegara seringkali berawal dari pemahaman yang setengah-setengah terhadap Pancasila,” ujar Ustaz Gufron.
Menurutnya, Pancasila harus dipelajari sebagai sistem nilai yang utuh agar tidak disalahgunakan atau dimaknai secara sempit.
BACA JUGA:Antisipasi Banjir, Polsek TKT Gerebek Sungai di Kelurahan Kedamaian
Ustaz Gufron memaparkan tiga konsep utama yang relevan dalam pembinaan ideologi kebangsaan.
Konsep Nasrul Fikroh dimaknai sebagai upaya menyebarkan pemikiran dan ide kebaikan. Dalam konteks bernegara, ia menegaskan bahwa aparatur negara dan masyarakat harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai etika, transparansi, dan keadilan.
“Pejabat publik itu sejatinya penyebar nilai. Kalau nilainya baik, maka kebijakannya pun akan baik,” ujarnya.
Sementara Tanmiyatul Kafa’ah diartikan sebagai kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensi dan profesionalisme.
BACA JUGA:Cegah Genangan Air, Pemkot Bandar Lampung Lakukan Normalisasi Drainase di Tanjung Senang
Ia menilai aparatur negara harus terus belajar dan berinovasi agar pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Negara tidak boleh dikelola dengan cara-cara lama. Aparatnya harus terus meningkatkan kapasitas agar pelayanan makin berkualitas,” kata Ustaz Gufron.
Adapun Kasbul Maisyah dimaknai sebagai upaya mencari nafkah secara halal. Namun, dalam jabatan publik, ia mengingatkan agar penghasilan tidak menjadi tujuan tunggal yang mengorbankan integritas.
“Jabatan itu amanah, bukan ladang untuk memperkaya diri. Kalau orientasinya hanya uang, maka disitulah awal kerusakan,” tegasnya.
BACA JUGA:Polresta Bandar Lampung Perkuat Tugas Lapangan dengan Kendaraan Listrik dan Almatsus Baru
Melalui kegiatan PIP-WK ini, Bunda Sulistiani berharap nilai-nilai Pancasila dapat semakin mengakar di tengah masyarakat, tidak hanya dalam wacana, tetapi juga dalam tindakan nyata.