Yuni Karnelis Tekankan Pancasila dan Skill Digital bagi Masyarakat Sumur Putri
Anggota DPRD PKS dorong masyarakat adaptif dan berkarakter di era teknologi.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bandarlampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yuni Karnelis, menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang dirangkaikan dengan Workshop Digital Marketing di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Selatan, Sabtu 24 Januari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari pemuda, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga tokoh masyarakat setempat.
Selain memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membekali warga dengan keterampilan pemasaran digital agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Dalam sambutannya, Yuni Karnelis menegaskan bahwa pemahaman ideologi Pancasila menjadi hal yang sangat penting di tengah tantangan zaman yang terus berubah cepat, khususnya memasuki tahun 2026.
BACA JUGA:Pariwisata Bandar Lampung Catat Kinerja Positif 2025, Kunjungan Wisman Melonjak Tajam
“Pemahaman ideologi Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi semangat diri dalam keseharian. Dengan Pancasila, kita punya pegangan moral, etika, dan arah dalam menjalani kehidupan, termasuk di era digital seperti sekarang,” ujar Yuni.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi harus diimbangi dengan nilai-nilai kebangsaan agar masyarakat tidak kehilangan jati diri dan tetap memiliki kompas moral dalam bersikap serta berinteraksi.
Pada kesempatan tersebut, Yuni Karnelis juga menyampaikan lima pesan reflektif yang dirangkumnya dalam konsep 3P1J1K.
Pesan ini ditujukan sebagai panduan bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menguatkan diri, baik secara pribadi maupun sosial.
BACA JUGA:Yayasan Siger Tegaskan Kepatuhan Izin Sekolah dan Klarifikasi Dana Hibah Pemkot
Ia menjelaskan bahwa langkah awal yang harus dilakukan adalah memperbaiki diri dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Setiap individu, menurutnya, memiliki potensi dan kelebihan yang berbeda-beda dan perlu dikembangkan secara optimal.
Pesan berikutnya adalah pentingnya menambah ilmu. Yuni mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti kegiatan pembinaan ideologi serta pelatihan keterampilan, seperti workshop digital marketing, agar mampu mengikuti perubahan dan meningkatkan daya saing.
Selain itu, pembangunan karakter menjadi perhatian khusus. Yuni menyoroti maraknya konten negatif di media sosial yang kerap memengaruhi pola pikir generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
