Proses Pembuatan Tradisional
Proses pembuatan los elos relatif sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus. Singkong parut yang telah dibumbui dipadatkan dengan cara ditekan menggunakan tangan atau alat sederhana, kemudian dibentuk pipih atau lonjong sesuai selera.
Adonan tersebut digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kuning keemasan. Dalam versi tradisional, masyarakat Madura kerap menggunakan minyak kelapa untuk menggoreng los elos.
Penggunaan minyak kelapa ini memberikan aroma dan rasa yang lebih autentik dibandingkan minyak goreng biasa.
BACA JUGA:Doktif Nilai Richard Lee Hindari Pemeriksaan Polda Metro Jaya dengan Alasan Sakit
Cara Penyajian
Los elos paling nikmat disantap dalam kondisi hangat. Jajanan ini umumnya dinikmati sebagai camilan sore hari yang ditemani secangkir teh atau kopi panas.
Di beberapa daerah, los elos juga disajikan bersama sambal sederhana atau cabai rawit sebagai pelengkap bagi penikmat cita rasa pedas.
Kesederhanaan dalam penyajian justru menjadi daya tarik tersendiri, karena rasa gurih alami singkong tetap mendominasi.
BACA JUGA:Kapolda Lampung Anugerahkan Satya Lencana kepada 459 Personel
Nilai Budaya dan Keberadaan Saat Ini
Los elos bukan sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari tradisi kuliner Madura yang mencerminkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kreativitas masyarakatnya.
Jajanan ini kerap hadir dalam acara keluarga, kegiatan gotong royong, hingga dijual di pasar tradisional dan warung kecil.
Meski kini mulai jarang ditemukan di kota-kota besar, los elos masih bertahan di desa-desa Madura sebagai warisan kuliner lokal yang terus dijaga dan dilestarikan secara turun-temurun.
BACA JUGA:Ditengah Duka Kader, Anggota DPR RI Mukhlis Basri Kunjungi Korban Kebakaran
Potensi Pengembangan