Ciri dan Gejala Adenoid Bermasalah yang Perlu Diwaspadai
Pembesaran adenoid dapat menimbulkan keluhan yang beragam dan sering berkembang perlahan. Anak mungkin tampak sering bernapas melalui mulut karena hidung terasa tersumbat tanpa disertai pilek.
Saat tidur, anak bisa mendengkur keras, gelisah, atau sering terbangun di malam hari. Suara anak juga dapat terdengar sengau, serta lebih rentan mengalami infeksi telinga yang datang berulang.
Kondisi ini kerap berdampak pada menurunnya kualitas tidur, yang akhirnya memengaruhi konsentrasi, emosi, dan aktivitas anak di siang hari.
BACA JUGA:Peluang Klaim Saldo DANA Gratis hingga Rp210.000 Lewat Fitur DANA Kaget
Dampak Adenoid Terhadap Tumbuh Kembang Anak
Adenoid yang dibiarkan bermasalah dalam jangka panjang dapat berdampak pada berbagai aspek perkembangan anak.
Gangguan pernapasan saat tidur berisiko menyebabkan anak kurang istirahat sehingga mudah lelah, sulit fokus, dan mengalami perubahan perilaku.
Selain itu, infeksi telinga yang berulang akibat adenoid yang membesar dapat memengaruhi pendengaran dan berpotensi menghambat perkembangan bicara serta kemampuan belajar anak.
BACA JUGA:Mengenal Rumah Adat Nuwo Sesat di Lampung: Arsitektur, Fungsi, dan Nilai Sejarah
Proses Diagnosis dan Pilihan Penanganan
Untuk memastikan kondisi adenoid, dokter akan melakukan evaluasi melalui wawancara keluhan, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan penunjang.
Penanganan adenoid sangat bergantung pada tingkat keparahan gejala. Pada kondisi ringan, penanganan dapat berupa pemberian obat untuk mengatasi infeksi atau reaksi alergi.
Sementara itu, apabila adenoid sudah membesar dan menyebabkan gangguan signifikan pada pernapasan, tidur, atau pendengaran, tindakan medis lanjutan seperti operasi pengangkatan adenoid dapat menjadi pilihan demi meningkatkan kualitas hidup anak.
BACA JUGA:Pantai Bama, Permata Tenang di Ujung Baluran
Peran Orang Tua dalam Menjaga Kesehatan Adenoid Anak