Manfaat Lompat Kelinci bagi Pertumbuhan Fisik dan Motorik Anak

Jumat 16-01-2026,05:30 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

Dari sisi perkembangan motorik, lompat kelinci melatih koordinasi gerak dan keseimbangan. Anak belajar mengatur posisi tubuh saat mendarat dan bersiap untuk lompatan berikutnya. 

Kemampuan ini merupakan bagian penting dari motorik kasar yang akan mendukung keterampilan gerak lain, seperti berlari, memanjat, dan melompat lebih kompleks.

Secara emosional dan psikologis, lompat kelinci juga bermanfaat. Aktivitas ini dapat meningkatkan rasa percaya diri anak ketika ia berhasil melakukan gerakan dengan baik. 

Ketika dikemas sebagai permainan, lompat kelinci menciptakan suasana ceria yang membantu anak melepaskan energi, mengurangi rasa jenuh, dan menyalurkan emosi secara positif.

BACA JUGA:Polresta Bandar Lampung Lakukan Pemeriksaan Armada Dinas untuk Dukung Kesiapan Tugas Personel

Usia Ideal untuk Memperkenalkan Lompat Kelinci

Lompat kelinci umumnya dapat mulai dikenalkan pada anak usia sekitar tiga tahun ke atas. Pada usia ini, anak biasanya sudah memiliki keseimbangan tubuh yang cukup baik serta mampu mengikuti instruksi sederhana. 

Untuk anak yang masih lebih kecil, orang tua dapat menyesuaikan tingkat kesulitannya dengan lompatan yang lebih pendek dan tempo yang lebih pelan.

Seiring pertambahan usia dan kemampuan fisik anak, variasi lompat kelinci dapat ditingkatkan, misalnya dengan menambah jarak lompatan atau membuat pola gerak sederhana yang menantang namun tetap aman.

BACA JUGA:Bandar Lampung Ukir Prestasiasional, Kelurahan Berprestasi Raih Apresiasi Kemendagri

Cara Aman Melakukan Lompat Kelinci

Agar manfaat lompat kelinci dapat dirasakan secara optimal, faktor keamanan perlu menjadi perhatian utama. 

Anak sebaiknya melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu, seperti berjalan di tempat atau menggerakkan kaki dan tangan. Pakaian yang longgar dan nyaman serta alas kaki yang tidak licin akan membantu anak bergerak lebih bebas.

Permukaan tempat bermain juga perlu diperhatikan. Area yang rata dan agak empuk, seperti halaman rumput atau lantai yang dialasi matras, lebih disarankan untuk mengurangi risiko cedera. Durasi aktivitas tidak perlu terlalu lama, cukup beberapa menit secara rutin agar anak tetap bersemangat dan tidak kelelahan.

BACA JUGA:Rahasia Kulit Awet Muda dari Kolagen Alami Rebusan Ayam Kampung

Membuat Lompat Kelinci Semakin Menarik

Kategori :