Pemprov Lampung Siap Kembangkan Kakao Agroforestri Berbasis Perhutanan Sosial
Pemprov Lampung menggandeng PT Olam mengembangkan kakao agroforestri berbasis perhutanan sosial berkelanjutan-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan komoditas kakao berbasis agroforestri sebagai strategi pembangunan berkelanjutan.
Langkah ini mengemuka dalam diskusi lanjutan antara Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, PT Olam Indonesia, serta tim Partnership for Forests (P4F) dari Pemerintah Inggris yang digelar di Bandar Lampung.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari tindak lanjut kerja sama pengembangan kehutanan sosial yang telah disepakati sebelumnya.
Kolaborasi ini tidak hadir secara tiba-tiba. Sebelumnya, rombongan telah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah sentra kakao di Lampung Timur, Pesawaran, Lampung Tengah, dan Tanggamus.
BACA JUGA:Ketua DPRD Bandar Lampung Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden
Kunjungan tersebut bertujuan melihat langsung kesiapan petani perhutanan sosial, sekaligus menilai potensi kakao yang akan masuk dalam skema hilirisasi berbasis agroforestri.
Hasil pengamatan lapangan memperlihatkan bahwa kualitas kakao petani Lampung dinilai menjanjikan dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa kerja sama dengan PT Olam telah memiliki fondasi hukum yang kuat melalui nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.
Fokus utama kolaborasi ini tidak hanya pada hilirisasi kakao, tetapi juga pada peningkatan kualitas budidaya di tingkat petani.
BACA JUGA:DPRD Dukung Penambahan Tapping Box Demi Optimalisasi PAD Bandar Lampung
Menurutnya, sinergi pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci agar petani mampu naik kelas, dari sekadar produsen bahan mentah menjadi bagian dari rantai nilai industri kakao berkelanjutan.
Dukungan penuh juga datang dari jajaran perangkat daerah. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menyebutkan bahwa kerja sama dengan PT Olam sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani perhutanan sosial.
Banyak kelompok tani hutan di Lampung yang telah lama membudidayakan kakao, namun belum tersentuh sistem pembinaan dan hilirisasi yang terintegrasi.
Melalui pendekatan agroforestri, pola tanam monokultur perlahan diarahkan menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan tahan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
