Keripik Tette: Camilan Tradisional Madura yang Renyah dan Sarat Nilai Budaya

Selasa 13-01-2026,09:02 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Keripik tette merupakan salah satu camilan tradisional khas Madura yang masih bertahan di tengah gempuran makanan modern.

Camilan sederhana ini lahir dari kreativitas masyarakat Madura dalam mengolah bahan pangan lokal, khususnya singkong, menjadi makanan yang tahan lama, lezat, dan memiliki nilai ekonomi.

Keberadaan keripik tette tidak hanya mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil bumi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Madura yang diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA:Kulit Sehat Alami, Ini Manfaat Buah Melon untuk Kecantikan

Asal Usul dan Penamaan Keripik Tette

Nama “tette” berasal dari bahasa Madura yang berarti dipukul atau dipipihkan.

Istilah ini merujuk pada proses utama dalam pembuatannya, yakni singkong yang telah direbus kemudian dipukul hingga pipih sebelum dijemur.

Sejak dulu, keripik tette dikenal sebagai camilan rumahan yang akrab dengan kehidupan masyarakat pedesaan Madura.

Camilan ini kerap dijadikan bekal ke ladang atau teman minum kopi di sore hari, mencerminkan kesederhanaan dan kedekatan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.

BACA JUGA:Kasus SPAM Memanas, Nanda Indira Jalani Pemeriksaan 10 Jam di Kejati Lampung

Bahan Utama yang Sederhana dan Alami

Keistimewaan keripik tette terletak pada bahan-bahannya yang sederhana dan alami. Singkong tua berkualitas baik menjadi bahan utama, dipadukan dengan garam secukupnya dan air untuk proses perebusan.

Tanpa tambahan pengawet maupun bahan kimia, keripik tette mencerminkan pola konsumsi tradisional yang sehat.

Kesederhanaan inilah yang membuat camilan khas Madura ini tetap diminati hingga kini, bahkan di tengah maraknya makanan instan modern.

BACA JUGA:1,225 Kwintal Sabu Nyaris Lolos Saat Nataru, Polisi Bongkar Modus 8 Ton Jengkol dan Selamatkan 612.575 Orang

Kategori :