Keagungan Abu Simbel, Monumen Ramses II dan Kehebatan Rekayasa Modern

Minggu 11-01-2026,17:26 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Relief-relief ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai media propaganda untuk mengabadikan kejayaan sang firaun di mata rakyat dan generasi mendatang.

Salah satu keunikan arsitektur Abu Simbel terletak pada fenomena astronomi yang terjadi dua kali dalam setahun. 

Setiap tanggal sekitar 22 Februari dan 22 Oktober, sinar matahari pagi menembus lorong kuil utama dan menyinari patung-patung dewa di ruang terdalam. 

Cahaya tersebut menerangi patung Ramses II, Amun, dan Ra-Horakhty, sementara patung Ptah, dewa kegelapan, tetap berada dalam bayangan. Fenomena ini menunjukkan tingkat pemahaman astronomi dan perencanaan arsitektur yang sangat maju pada masa Mesir Kuno.

BACA JUGA:Empat Curug Ikonik di Sukabumi yang Menyimpan Pesona Geopark Ciletuh

Selain nilai sejarah dan religiusnya, Abu Simbel juga dikenal luas karena kisah penyelamatan monumentalnya pada abad ke-20. 

Pada tahun 1960-an, pembangunan Bendungan Aswan Tinggi mengancam keberadaan kuil ini akibat naiknya permukaan air Danau Nasser. 

Jika tidak dipindahkan, Abu Simbel akan tenggelam selamanya. Ancaman ini memicu salah satu proyek pelestarian terbesar dalam sejarah dunia, yang dipimpin oleh UNESCO dan melibatkan para insinyur, arkeolog, serta ahli dari berbagai negara.

Proyek penyelamatan Abu Simbel dilakukan dengan cara memotong kuil menjadi ribuan balok batu besar, masing-masing berbobot puluhan ton. 

BACA JUGA:Ketua Komisi I DPRD: Operasional Arwana Homestay Bermasalah Secara Hukum

Balok-balok tersebut kemudian dipindahkan dan disusun kembali di lokasi baru yang lebih tinggi, sekitar 65 meter di atas posisi semula dan 200 meter lebih jauh dari tepi sungai. 

Proses ini berlangsung selama beberapa tahun dan membutuhkan ketelitian luar biasa agar struktur, orientasi, serta detail artistik kuil tetap terjaga. 

Keberhasilan proyek ini menjadikan Abu Simbel sebagai simbol kolaborasi internasional dalam pelestarian warisan budaya dunia.

Saat ini, Abu Simbel tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan Mesir, tetapi juga objek studi penting bagi sejarawan, arkeolog, dan arsitek. 

BACA JUGA:DPRD Lampung Utara Respons Keluhan Warga soal Aktivitas PT Kencana Acidindo Perkasa

Kompleks kuil ini memperlihatkan bagaimana seni, agama, politik, dan ilmu pengetahuan berpadu dalam peradaban Mesir Kuno. 

Kategori :