Cara Penyajian
Penyajian sate plecing memiliki ciri khas tersendiri. Sate yang telah matang dibakar tidak langsung dicampur dengan sambal, melainkan disiram atau dicocol saat akan disantap.
Hidangan ini biasanya dilengkapi plecing kangkung, lontong, atau nasi putih hangat.
Perpaduan tersebut menciptakan harmoni rasa pedas, gurih, dan segar yang kuat dan membekas.
BACA JUGA:Cara Upgrade DANA Premium 2026 Lengkap dengan Syarat dan Keuntungannya
Cita Rasa dan Tekstur
Cita rasa sate plecing didominasi oleh pedas alami cabai rawit yang berpadu dengan keasaman tomat dan jeruk nipis.
Dagingnya empuk dengan aroma bakaran yang menggoda, sementara sambal plecing menghadirkan sensasi menyengat yang menjadi identitas kuliner Lombok.
Tekstur sambal yang kasar turut menambah pengalaman makan yang lebih autentik dan hidup.
BACA JUGA:Morotai, Harmoni Panorama Tropis di Ujung Utara Nusantara
Nilai Gizi dan Manfaat
Selain menggugah selera, sate plecing juga memiliki nilai gizi yang cukup baik.
Daging berperan sebagai sumber protein untuk pembentukan otot dan energi, sedangkan tomat dan cabai mengandung vitamin C serta antioksidan.
Jika disajikan bersama sayuran seperti kangkung, hidangan ini menjadi lebih seimbang dari sisi nutrisi.
BACA JUGA:Bahaya Overdosis Obat yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Mengatasinya
Perkembangan dan Popularitas