Momentum kebangkitan Morotai semakin terasa ketika pemerintah menetapkannya sebagai kabupaten pada 2008.
Seiring dengan itu, sektor pariwisata mulai dikembangkan secara terarah. Pengakuan terhadap potensi Morotai diperkuat melalui penetapannya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2014.
Dua tahun kemudian, Morotai masuk dalam daftar sepuluh destinasi prioritas nasional yang diproyeksikan sebagai destinasi unggulan baru setara “Bali Baru”.
Daya tarik Morotai tidak berhenti di daratan. Perairan di sekeliling pulau menyimpan kekayaan bawah laut yang mengagumkan.
BACA JUGA:Ridwan Kamil Tegaskan Arkana Bukan Anak Biologisnya dengan Aura Kasih
Terdapat puluhan titik penyelaman dengan kondisi terumbu karang yang masih terjaga serta keanekaragaman biota laut yang tinggi.
Wisatawan dapat menjumpai berbagai jenis ikan tropis hingga fauna laut berukuran besar, menjadikan Morotai sebagai salah satu destinasi selam potensial di Indonesia timur.
Pulau-pulau kecil di sekitar Morotai turut melengkapi pengalaman wisata. Pulau Dodola dikenal dengan hamparan pasir putih yang menyatu saat air laut surut.
Pulau Kokoya dan Kolorai menawarkan suasana desa pesisir yang hangat, sementara Tanjung Gorango menyuguhkan panorama tebing karang yang dramatis.
BACA JUGA:Lembah Raja, Jejak Abadi Tempat Peristirahatan Para Firaun Mesir Kuno
Aktivitas jelajah pulau atau island hopping pun menjadi agenda favorit wisatawan, dengan dukungan paket wisata yang disediakan berbagai penginapan lokal.
Seluruh kekayaan tersebut menjadikan Morotai sebagai destinasi yang utuh—indah, bermakna, dan layak dijelajahi lebih jauh.(*)