Langkadea, Pulau Sunyi di Kepulauan Spermonde yang Menyimpan Pesona Alam
Pulau Langkadea / Foto instagram @rizkykukeko--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Di tengah hamparan laut Sulawesi Selatan, terselip sebuah pulau kecil yang menawarkan ketenangan sekaligus keindahan alami yang masih terjaga.
Pulau tersebut bernama Langkadea, sebuah pulau tak berpenghuni yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan.
Meski tidak dihuni secara permanen, Pulau Langkadea justru menghadirkan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana sunyi, jauh dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan.
Pulau Langkadea merupakan bagian dari Kepulauan Spermonde, gugusan pulau yang membentang dari wilayah Kabupaten Takalar di selatan hingga Pangkep di bagian utara.
BACA JUGA:Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Tenor hingga 60 Bulan, Pelaku UMKM Bisa Ajukan Mulai Rp10 Juta
Dari sekitar 120 pulau yang tersebar di kawasan tersebut, Langkadea dikenal sebagai salah satu pulau yang masih alami dengan bentang alam sederhana namun memanjakan mata.
Luas wilayahnya diperkirakan hanya sekitar tiga hingga empat kali ukuran lapangan sepak bola, dikelilingi pasir putih halus dan perairan laut yang jernih.
Untuk mencapai pulau ini, pengunjung harus menggunakan transportasi laut dengan menyewa kapal penumpang.
Hingga kini, belum tersedia kapal reguler yang melayani rute langsung ke Pulau Langkadea. Titik keberangkatan umumnya berasal dari Pelabuhan Kayu Bengkoa atau Pelabuhan Paotere di Kota Makassar.
BACA JUGA:Rahasia Vitamin C untuk Kulit Sehat, Cerah, dan Awet Muda Secara Alami
Biaya sewa kapal berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta, dengan kapasitas maksimal sekitar 30 orang. Oleh sebab itu, perjalanan secara berkelompok menjadi pilihan yang lebih efisien untuk menekan biaya transportasi.
Keunikan Pulau Langkadea tidak hanya terletak pada panorama alamnya, tetapi juga pada keberadaan sejumlah peninggalan peradaban manusia modern.
Meski kini tidak berpenghuni, di pulau ini masih dapat dijumpai bekas bangunan rumah, fasilitas mandi, cuci, kakus, sumur air, hingga sebuah bangunan masjid berukuran cukup besar yang kondisinya relatif baik.
Jejak-jejak tersebut menjadi penanda bahwa pulau ini pernah dihuni dan dimanfaatkan sebagai ruang hidup oleh manusia pada masa lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
