Morotai, Harmoni Panorama Tropis di Ujung Utara Nusantara

Morotai, Harmoni Panorama Tropis di Ujung Utara Nusantara

Pesona Morotai / Foto -- instagram @yomenpic -----

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pulau Morotai merupakan salah satu destinasi wisata yang menyimpan daya tarik kuat di wilayah timur Indonesia.

Terletak di bagian paling utara Pulau Halmahera, kawasan ini menawarkan perpaduan antara lanskap alam yang masih perawan dan rekam jejak sejarah dunia yang pernah menempatkannya sebagai titik penting dalam dinamika global.

Keunikan tersebut menjadikan Morotai tidak sekadar tujuan liburan, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah yang hidup di tengah bentang alam tropis.

Secara administratif, Morotai berdiri sebagai kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik membuat pulau ini memiliki karakter geografis yang khas.

BACA JUGA:Bahaya Overdosis Obat yang Sering Diabaikan, Ini Cara Aman Mengatasinya

Luas wilayahnya mencapai sekitar 2.330 kilometer persegi dengan garis pantai yang membentang lebih dari 300 kilometer. Wilayah ini dikelilingi 33 pulau kecil yang memperkaya lanskap pesisirnya.

Sebagian besar pulau tersebut tidak berpenghuni, sementara tujuh di antaranya dihuni masyarakat, yakni Pulau Kolorai, Ngele-Ngele Besar, Ngele-Ngele Kecil, Golo-golo, Rao, Saminyamau, dan Pulau Morotai sebagai pusat aktivitas utama.

Keindahan pantai menjadi daya pikat yang paling mudah dikenali dari Morotai. Pasir putih bertekstur halus berpadu dengan air laut berwarna biru jernih menciptakan pemandangan yang menenangkan sekaligus memanjakan mata.

Kawasan pesisirnya relatif bersih dan alami, mencerminkan minimnya eksploitasi berlebihan. Suasana yang tenang membuat Morotai cocok bagi wisatawan yang menginginkan ketenangan sekaligus keindahan alam yang autentik.

BACA JUGA:Okupansi Hotel Berbintang di Bandar Lampung Tinggi Selama Libur Nataru 2025/2026

Di balik pesonanya, Morotai menyimpan kisah sejarah yang bernilai tinggi. Pada masa Perang Dunia II, pulau ini menjadi salah satu basis strategis militer di kawasan Pasifik.

Tahun 1942, Jepang memanfaatkan Morotai sebagai lokasi lapangan terbang untuk mendukung operasi militernya. Namun, pada 1944, wilayah tersebut berhasil direbut oleh pasukan Amerika Serikat setelah pertempuran sengit.

Dari Morotai, Sekutu mengonsolidasikan kekuatan hingga akhirnya menekan Jepang menuju akhir perang.

Hingga kini, sejumlah peninggalan seperti dermaga militer, bekas pangkalan angkatan laut, landasan pacu, serta kendaraan tempur amfibi masih dapat dijumpai dan menjadi saksi bisu peristiwa besar tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: