Misteri Prasasti Tapak Bimo di Pacitan, Simbol Tapak Kaki dan Aksara Kuno

Minggu 04-01-2026,11:31 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Nama “Bimo” sendiri menambah lapisan misteri pada temuan ini. Dalam tradisi Jawa, Bima atau Werkudara merupakan tokoh pewayangan yang melambangkan keberanian, kejujuran, dan kekuatan luar biasa.

Meski belum dapat dipastikan apakah nama tersebut berkaitan langsung dengan tokoh pewayangan atau memiliki makna lain dalam konteks lokal Pacitan, kemunculannya mengundang spekulasi menarik mengenai pengaruh budaya dan kepercayaan yang berkembang pada masa itu.

Para ahli menilai bahwa prasasti semacam ini berpotensi menjadi sumber data penting untuk memahami sejarah Pacitan, yang selama ini lebih dikenal melalui situs prasejarah berupa gua dan alat batu.

Jika benar berasal dari masa Jawa Kuno, Tapak Bimo dapat menjadi bukti bahwa wilayah Pacitan juga memiliki peran dalam dinamika kebudayaan dan peradaban klasik di Jawa.

BACA JUGA:Tahtib: Seni Bela Diri Kuno Mesir yang Tetap Hidup di Era Modern

Namun demikian, para arkeolog menekankan pentingnya penelitian mendalam sebelum menarik kesimpulan apa pun.

Analisis epigrafi diperlukan untuk membaca dan mengidentifikasi aksara yang tersisa, sementara kajian arkeologi kontekstual dibutuhkan untuk mengetahui usia batu, fungsi prasasti, serta kaitannya dengan lingkungan sekitar.

Penelitian ini juga akan membantu menentukan apakah Tapak Bimo berfungsi sebagai penanda wilayah, sarana ritual, atau bentuk penghormatan terhadap tokoh tertentu.

Rudi Prasetyo secara terbuka mengajak budayawan, sejarawan, arkeolog, serta masyarakat umum untuk ikut berperan dalam mengungkap misteri Tapak Bimo.

BACA JUGA:Wisata Pantai Mandiri Sejati Telan Korban, Warga Lampung Utara Hanyut

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin sangat dibutuhkan agar peninggalan ini tidak hanya menjadi objek spekulasi, tetapi dapat dipahami secara utuh dan ilmiah.

Ia juga berharap masyarakat sekitar turut menjaga lokasi temuan agar tetap lestari hingga proses penelitian selesai dilakukan.

Keberadaan Tapak Bimo sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan warisan budaya Pacitan yang masih banyak tersembunyi.

Di tengah arus pembangunan dan modernisasi, temuan seperti ini menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam melindungi peninggalan sejarah.

BACA JUGA:Jessica Mila Rencanakan Tambah Momongan pada 2026, Nikmati Peran Sebagai Ibu

Tanpa kepedulian bersama, jejak-jejak masa lalu yang bernilai tinggi bisa hilang sebelum sempat dipelajari.

Kategori :