Di era modern, Tipat Blayag tidak hanya hadir dalam acara adat, tetapi juga dijual sebagai menu sarapan atau makan siang di warung tradisional Bali.
Sejumlah rumah makan bahkan mulai mengemas Tipat Blayag sebagai menu khas daerah untuk menarik minat wisatawan yang ingin mencicipi kuliner autentik Bali.
BACA JUGA:Polres Lampung Utara Catat Pengungkapan Perkara Naik 20 Persen di Tahun 2025
Kesimpulan
Tipat Blayag merupakan warisan kuliner Bali yang memadukan cita rasa gurih, aroma rempah, dan nilai budaya yang mendalam.
Dengan bahan sederhana namun kaya rasa, hidangan ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tidak hanya soal makanan, tetapi juga tentang sejarah, identitas, dan kebersamaan suatu daerah.(*)