Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi Teluk Selong

Jumat 21-11-2025,16:59 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Bagian paling belakang disebut padapuran, yakni ruang dapur untuk memasak dan menyiapkan makanan. Lantai padapuran dibuat lebih rendah dari ruang lain. Selain alasan fungsi, perbedaan lantai ini juga menjadi simbol pembagian ruang berdasarkan aktivitas. 

Ketika seseorang berada di padapuran, ia dianggap sedang menjalankan tugas rumah tangga, bukan menerima tamu atau berpartisipasi pada kegiatan resmi keluarga.

Jika diperhatikan dari samping, rumah ini menampilkan tujuh jenjang lantai dari depan hingga dapur. Namun bila panampik tangah dan panampik bawah tidak dihitung, jenjangnya menjadi lima. 

Angka ganjil memiliki nilai filosofis tersendiri dalam budaya Banjar, yang berkaitan dengan keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan.

BACA JUGA:Tabel KUR BRI 2025 untuk Pinjaman Rp30–50 Juta, Simak Rincian Angsurannya

Seni Ukir Banjar: Ekspresi Kreativitas dan Religiusitas

Salah satu kekhasan rumah adat Banjar adalah kehadiran seni ukir yang kaya motif. Di Rumah Bubungan Tinggi Teluk Selong, berbagai ukiran terpahat pada pintu, jendela, dinding, serta pagar teras. 

Motif yang digunakan biasanya berupa stilisasi flora, sulur-sulur, atau pola geometris yang rapi. Ukiran ini menunjukkan keahlian para seniman Banjar dalam mengolah kayu, terutama kayu ulin yang dikenal keras dan tahan lama.

Pada bagian tawing halat atau dinding pembatas dalam, terdapat ukiran kaligrafi Arab bertuliskan “Laa illa ha illallaah”, bacaan tahlil yang memiliki makna religius mendalam. 

 

Keberadaan kaligrafi ini menunjukkan bahwa masyarakat Banjar menjadikan Islam sebagai pedoman hidup. Motif flora yang mengiringi kaligrafi menyimbolkan kesejahteraan, pertumbuhan, dan harapan akan kehidupan yang baik.

Tidak ditemukan motif hewan atau manusia dalam ukiran rumah ini. Hal tersebut berkaitan erat dengan keyakinan Islam yang melarang penggambaran makhluk bernyawa untuk menghindari penyembahan atau simbolisasi yang tidak sesuai ajaran agama. 

Oleh karena itu, para pengukir Banjar memilih motif alam yang kaya makna dan tetap indah dipandang.

Selain kaligrafi, pagar teras depan rumah dihiasi dengan motif tatah kandang rasi. Motif ini menggambarkan pola berulang yang rapi dan tegas, melambangkan kehidupan masyarakat Banjar yang tertib, disiplin, dan menjunjung nilai harmoni.

 

Keaslian yang Terawat Lebih dari Abad

Kategori :