Komisi IV Desak Disdik Revisi Anggaran: Dari BOSDA, Siger, hingga MBG

Kamis 20-11-2025,18:33 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar pembahasan Rancangan Kebijakan Anggaran (RKA) 2026 bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Pada Kamis, 20 November 2026.

Dalam rapat tersebut, sejumlah pos anggaran menjadi sorotan Ketua Komisi IV, Asroni Paslah, terutama terkait penghapusan iuran non-komite, kebutuhan BOSDA, hingga anggaran pengadaan yang dinilai tidak mendesak.

Asroni menegaskan bahwa salah satu fokus utama Komisi IV adalah memastikan kebijakan penghapusan iuran non-komite di SMP Negeri dapat berjalan efektif mulai 2026, sebagaimana disampaikan WaliKota .

“Yang pertama, kami mengupas semua program di Dinas Pendidikan. Tapi saya menyorot wacana penghapusan non-komite di SMP Negeri. Bu Walikota kan mau menggratiskan SMP Negeri di 2026,” ujar Asroni.

BACA JUGA:RKA 2026: Komisi I Minta Program Umrah Tidak Jor-joran dan Lebih Terverifikasi

Namun menurutnya, anggaran yang disiapkan untuk menopang kebijakan tersebut masih belum mencukupi.

Dalam RKA 2026, BOSDA untuk SMP Negeri awalnya dianggarkan sekitar Rp6,5 miliar. Setelah dikaji, Asroni menilai anggaran tersebut tidak memadai untuk menutup beban operasional sekolah setelah iuran non-komite dihapuskan.

Ia kemudian mengusulkan pergeseran anggaran dari dua kegiatan yang dinilai belum prioritas yakni rencana dana Hibah ke PTN sebesar Rp500 juta dan juga Hibah program sekolah Siger sebesar Rp1,35 miliar. 

“Sekolah Siger belum punya regulasi yang jelas, jadi saya geser ke BOSDA. Ditambah hibah PTN, total ada tambahan sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.

BACA JUGA:KPP Pratama Kotabumi Berkunjung ke Lampung Barat, Bahas Pengamanan Penerimaan Pajak Akhir Tahun

Asroni menilai, bila penambahan ini terealisasi, bantuan per siswa yang tadinya dihitung sekitar Rp 250 ribu bisa meningkat menjadi kurang lebih Rp 350 ribu per siswa.

Komisi IV juga mempertanyakan adanya usulan pengadaan mesin singso senilai sekitar Rp 11 juta dalam RKA Disdik. Asroni mengaku belum mendapatkan penjelasan detail mengenai urgensi alat tersebut.

“Saya juga nggak tahu peruntukannya . Apakah untuk memotong pohon di sekolah atau apa? Teman-teman yang tanya itu. Urgensinya nggak jelas,” katanya.

Selain itu juga, Salah satu sorotan terbesar Komisi IV dalam RKA tersebut adalah adanya usulan anggaran sekitar Rp 10,05 miliar terkait program yang dicatat sebagai MBG.

BACA JUGA:Kapolda Lampung Terima Audiensi INKANAS, Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet Karate

Kategori :