Keunikan lain, kadar garam di danau ini justru lebih tinggi dibanding air laut di sekitarnya.
Para peneliti pernah mencoba mempelajari keseimbangan ekosistem di danau tersebut, karena flora dan fauna di dalamnya memiliki karakteristik yang berbeda dengan laut terbuka.
Namun bagi wisatawan, Danau Satonda bukan sekadar objek ilmiah, melainkan juga tempat yang menenangkan.
Airnya yang tenang, berpadu dengan dinding tebing hijau di sekelilingnya, menciptakan pemandangan menakjubkan—terutama saat matahari pagi menembus permukaan air.
BACA JUGA:Sanur, Wajah Tenang Bali yang Selalu Memikat
Selain fenomena danau, Pulau Satonda juga dikenal dengan tradisi unik masyarakat sekitar. Di tepi danau, terdapat beberapa pohon besar yang dikenal sebagai “pohon harapan”.
Wisatawan sering menggantungkan batu kecil atau benda-benda sederhana di rantingnya sambil memanjatkan doa atau harapan.
Tradisi ini konon sudah dilakukan sejak lama oleh warga pesisir Dompu dan Bima yang berlayar melewati Satonda, sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan permohonan keselamatan.
Meski terlihat sederhana, kebiasaan itu memberi warna tersendiri dalam perjalanan wisata. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati panorama alam, tapi juga untuk merasakan nuansa spiritual dan kedamaian yang menyelimuti pulau kecil ini.
BACA JUGA:Liburan ke Pantai Lovina: Snorkeling, Sunset, dan Bertemu Lumba-Lumba Liar
Bagi penyelam dan pencinta snorkeling, perairan di sekitar Satonda adalah surga tersembunyi. Terumbu karang di pulau ini masih sangat alami, dengan warna-warna yang menakjubkan.
Ikan tropis beraneka jenis berenang bebas di antara karang, sementara air laut yang jernih memberi jarak pandang hingga beberapa meter ke dasar laut.
Spot snorkeling di sisi timur pulau termasuk yang paling favorit karena memiliki kombinasi karang keras dan karang lunak yang tumbuh subur.
Wisatawan juga bisa menjumpai biota laut langka seperti bintang laut biru dan kuda laut mini. Bagi fotografer bawah laut, Satonda adalah lokasi sempurna untuk menangkap pesona laut Indonesia yang masih asli.
BACA JUGA:Pura Besakih, Simbol Spiritualitas dan Pesona Alam Bali
Selain snorkeling, wisatawan juga dapat berjalan menyusuri pantai dan menikmati deburan ombak kecil yang lembut di kaki.