Kopi, Otak, dan Produktivitas: Antara Mitos dan Fakta Ilmiah

Minggu 26-10-2025,07:02 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Banyak pandangan keliru yang berkembang tentang hubungan kopi dan kemampuan berpikir manusia. Beberapa di antaranya perlu diluruskan agar tidak menyesatkan pemahaman publik.

1. Kopi Membuat Pintar

Pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Kopi membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan, tetapi tidak membuat seseorang menjadi lebih cerdas. Ia mempercepat reaksi otak, bukan menambah kapasitas berpikir.

2. Kopi Menyebabkan Dehidrasi

Faktanya, efek diuretik kopi sangat kecil. Dalam batas konsumsi normal, kopi tetap berperan dalam menjaga asupan cairan tubuh.

3. Kopi Mengganggu Tidur Sepenuhnya

Sebagian benar. Kafein memerlukan waktu hingga delapan jam untuk benar-benar hilang dari sistem tubuh. Karena itu, minum kopi setelah pukul lima sore bisa memengaruhi kualitas tidur malam.

BACA JUGA:Dunia Tanpa Sampah: Teknologi dan Inovasi untuk Lingkungan Lebih Bersih

4. Kopi Hitam Lebih Sehat

Fakta ilmiah mendukung hal ini. Kopi hitam tanpa tambahan gula dan krimer mengandung antioksidan tinggi, nol kalori, dan baik untuk metabolisme serta kesehatan jantung.

Selain meningkatkan fokus jangka pendek, sejumlah riset juga menunjukkan manfaat kopi bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.

Studi yang diterbitkan di European Journal of Neurology (2023) menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki risiko lebih rendah mengalami Alzheimer dan Parkinson.

Kandungan antioksidan seperti asam klorogenat berperan penting dalam melindungi sel-sel saraf dari kerusakan akibat radikal bebas.

BACA JUGA:Sains di Balik Cuaca: Mengapa Hujan Bisa Turun?

Namun, manfaat ini hanya dirasakan ketika konsumsi kafein masih dalam batas wajar, yaitu tidak lebih dari 400 miligram per hari atau setara tiga hingga empat cangkir kopi.

Meskipun menyehatkan dalam dosis tepat, kopi bisa menjadi penyebab gangguan bila dikonsumsi berlebihan.

Kategori :