Mulut Terasa Kering, Apakah Pertanda Penyakit Tertentu?

Senin 20-10-2025,16:41 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

3. Sindrom Sjögren

Sindrom Sjögren merupakan penyakit autoimun langka di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang kelenjar yang memproduksi air liur dan air mata. Akibatnya, penderita mengalami mulut dan mata kering kronis.

Kondisi ini lebih sering menyerang wanita usia paruh baya. Selain mulut kering, gejala lain yang bisa muncul antara lain nyeri sendi, kelelahan, dan pembengkakan pada kelenjar di sekitar wajah atau leher.

Karena bersifat kronis, penderita sindrom Sjögren perlu mendapatkan perawatan jangka panjang untuk menjaga kelembapan mulut dan mencegah komplikasi pada gigi serta saluran pernapasan.

BACA JUGA:Manfaat Buah Cranberry untuk Kesehatan Wanita yang Jarang Diketahui

4. Gangguan pada Kelenjar Ludah

Kelenjar ludah bisa mengalami gangguan akibat infeksi, pembentukan batu (sialolitiasis), atau efek samping dari terapi radiasi di kepala dan leher. Kondisi ini menghambat aliran air liur sehingga produksinya menurun drastis.

Penderita biasanya merasakan pembengkakan di bawah rahang, rasa nyeri saat makan, atau bahkan kesulitan menelan makanan.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan pengobatan yang sesuai.

BACA JUGA:Apakah Sinusitis Bisa Sembuh? Simak Fakta dan Penjelasan Medisnya

5. Efek Samping Obat-obatan

Banyak obat dapat memicu mulut kering sebagai efek samping. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Antidepresan dan antipsikotik
  • Antihistamin (obat alergi)
  • Obat tekanan darah tinggi (antihipertensi)
  • Obat diuretik (pelancar buang air kecil)

Jika kamu sedang mengonsumsi obat tertentu dan mulai merasakan mulut kering, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyesuaikan dosis, mengganti obat, atau memberikan terapi tambahan untuk menjaga kelembapan mulut.

BACA JUGA:Tangan Bengkak karena Infus? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya dengan Aman

6. Faktor Psikologis: Stres dan Kecemasan

Kondisi mental ternyata juga dapat memengaruhi produksi air liur. Saat seseorang mengalami stres berat, cemas, atau ketegangan emosional, sistem saraf otonom yang mengatur kelenjar ludah bisa terganggu.

Kategori :