BACA JUGA:DPRD dan FKHN Lampung Utara Komit Perjuangkan PPPK Paruh Waktu yang Belum Terakomodir
“Kunjungan ini adalah kunjungan kedua dari Kementerian terkait program Koperasi Merah Putih di Kelurahan Jagabaya II. Kami menyambut baik, karena ini merupakan program langsung dari Pemerintah Pusat untuk seluruh desa dan kelurahan di Indonesia,” ungkap Donny.
Ia juga menyampaikan rasa bangga karena wilayahnya terpilih menjadi salah satu lokasi percontohan program tersebut.
“Alhamdulillah, kelurahan kami menjadi salah satu yang dijadikan percontohan. Ke depan, kami akan terus melihat perkembangan dan berupaya memajukan koperasi ini agar bisa memberikan manfaat bagi pelaku UMKM,” katanya.
Donny berharap keberadaan koperasi ini mampu membuka akses dan kemudahan bagi UMKM di Jagabaya II, terutama dalam hal distribusi dan pemasaran produk lokal.
BACA JUGA:Gurihnya Yutuk Goreng, Camilan Unik dari Laut Selatan Kebumen Jawa Tengah
Dari sisi pengelola, Sution, selaku pengurus Koperasi Merah Putih Jagabaya II, menjelaskan bahwa kunjungan dari kementerian pusat, provinsi, dan pemerintah kota ini berfokus pada evaluasi progres awal koperasi.
“Hari ini kunjungan dari kementerian, baik dari pusat, provinsi, maupun kota, adalah untuk melihat progres yang ada di Koperasi Merah Putih Jagabaya. Mereka memberikan saran dan pandangan, termasuk soal regulasi jika koperasi nanti bisa melakukan skala penjualan yang lebih besar,” terangnya.
Sution menyebutkan bahwa saat ini pihaknya masih mengandalkan dana penyerta atau talangan tanpa bunga dari pihak ketiga untuk menjaga keberlangsungan operasional koperasi.
“Selama satu bulan terakhir, koperasi ini masih ditopang oleh dana penyerta tanpa bunga. Namun pemberi dana percaya akan ada tindak lanjut dari pemerintah, baik pusat maupun kota,” ujarnya.
BACA JUGA:Rahasia Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Kecantikan
Ia juga menyinggung janji Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang akan memberikan bantuan dana berupa pinjaman atau hibah sebesar Rp100 juta guna memperkuat operasional koperasi.
“Bu Wali telah menyampaikan akan memberikan dana hibah atau pinjaman sebesar Rp100 juta yang bisa dipertanggungjawabkan atas penggunaannya. Itu menjadi PR besar kami untuk membuktikan progres yang ada agar bantuan tersebut bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sution mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan sistem kerja sama dengan berbagai pelaku UMKM lokal seperti pengusaha tempe dan tahu di wilayah Jagabaya II.
“Kami berencana menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM di Jagabaya II. Misalnya menyediakan bahan baku bagi usaha tempe dan tahu, sehingga koperasi bisa berperan dalam rantai distribusi bahan baku usaha mikro,” jelasnya.