Mengenal Sistem Peredaran Darah Kecil dan Fungsinya untuk Kesehatan

Rabu 15-10-2025,06:05 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

Di dalam paru-paru, darah mengalir ke alveolus, tempat terjadinya pertukaran gas. Karbon dioksida dilepaskan dan dikeluarkan lewat hembusan napas, sementara oksigen diserap dari udara yang dihirup.

5. Darah bersih kembali ke jantung

Darah kaya oksigen kemudian mengalir melalui vena pulmonalis menuju serambi kiri (atrium kiri). Menariknya, ini adalah satu-satunya vena yang membawa darah bersih.

 

6. Darah siap diedarkan ke seluruh tubuh

Dari serambi kiri, darah diteruskan ke bilik kiri (ventrikel kiri) dan kemudian dipompa kuat melalui aorta, menandai dimulainya peredaran darah besar.

BACA JUGA:Fakta di Balik Klaim Air Kelapa Dapat Menghancurkan Batu Empedu

Fungsi Utama Peredaran Darah Kecil

Walaupun terlihat sederhana, sistem ini memiliki peranan vital bagi kehidupan manusia. Berikut fungsi pentingnya:

1. Menukar Gas Karbon Dioksida dengan Oksigen

Fungsi utama peredaran darah kecil adalah melakukan pertukaran gas. Darah yang membawa karbon dioksida dibersihkan di paru-paru dan digantikan dengan oksigen segar untuk disalurkan kembali ke seluruh tubuh.

BACA JUGA:Detak Jantung Normal pada Orang Dewasa dan Faktor yang Dapat Memengaruhinya

2. Menjaga Keseimbangan pH Darah

Kadar karbon dioksida berlebih dapat membuat darah menjadi asam. Dengan membuang CO₂ secara rutin melalui paru-paru, sistem ini menjaga keseimbangan asam-basa (pH) agar tetap normal.

3. Menunjang Fungsi Jantung dan Paru-Paru

Jantung dan paru-paru bekerja secara sinergis dalam sistem ini. Paru-paru berfungsi membersihkan darah, sementara jantung memompanya kembali, membentuk siklus yang penting bagi kehidupan.

 

4. Mendukung Proses Metabolisme Tubuh

Oksigen yang diangkut darah bersih dibutuhkan sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi. Tanpa oksigen, metabolisme terganggu, menyebabkan tubuh cepat lelah dan organ tidak berfungsi dengan baik.

BACA JUGA:Droplet: Partikel Cairan Mikro yang Menjadi Jalur Utama Penularan Penyakit Infeksi

Gangguan yang Dapat Mempengaruhi Peredaran Darah Kecil

Beberapa kondisi medis dapat menghambat fungsi sistem ini, antara lain:

  • Hipertensi pulmonal, yaitu tekanan darah tinggi pada pembuluh paru-paru, membuat jantung kanan bekerja lebih keras.
  • Emboli paru, penyumbatan arteri paru akibat gumpalan darah atau lemak, dapat berakibat fatal.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), yang menghambat pertukaran gas di alveolus sehingga kadar oksigen menurun.

Gangguan pada sirkulasi darah kecil dapat menimbulkan gejala seperti napas pendek, kelelahan berlebih, pusing, hingga jantung berdebar.

BACA JUGA:Mengenal Lebih Dalam Tentang PMO dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah

Kategori :