Sistem Regenerative Braking pada Mobil Listrik: Cara Kerja dan Manfaatnya

Kamis 28-08-2025,15:19 WIB
Reporter : Budi Setiawan
Editor : Budi Setiawan

Teknologi ini tidak hanya membantu pengisian baterai, tetapi juga memberikan keuntungan lain bagi pemilik kendaraan.

1. Efisiensi Energi Lebih Tinggi

Setiap kali mobil melambat, energi yang seharusnya terbuang menjadi panas justru dikembalikan ke baterai. Hasilnya, mobil bisa menempuh jarak lebih jauh tanpa pengisian daya tambahan.

2. Mengurangi Keausan Rem

Karena pengereman tidak sepenuhnya mengandalkan gesekan, komponen mekanis seperti kampas dan cakram rem jadi lebih awet. Ini berarti biaya perawatan lebih rendah.

BACA JUGA:Mengapa Mobil Listrik Dianggap Ramah Lingkungan?

3. Memperpanjang Umur Baterai

Pengisian daya tambahan dari proses pengereman membantu mengurangi siklus pengisian penuh, sehingga baterai lebih tahan lama.

4. Performa Berkendara Lebih Halus

Pengemudi akan merasakan deselerasi yang lebih lembut dan responsif, meningkatkan kenyamanan dalam berkendara.

BACA JUGA:10 Mobil Listrik Murah di Indonesia 2025, Harga Mulai Rp184 Juta

Perkembangan Teknologi Mobil Listrik dan Regenerative Braking

Seiring berkembangnya teknologi baterai, motor listrik, dan sistem pengisian cepat, regenerative braking semakin efisien. 

Beberapa pabrikan mobil listrik bahkan mengintegrasikan sistem ini dengan AI untuk mengoptimalkan kapan dan seberapa besar energi yang diregenerasi, sesuai kondisi jalan dan gaya berkendara.

Sistem regenerative braking adalah salah satu inovasi paling penting dalam perkembangan teknologi mobil listrik terbaru. 

BACA JUGA:Mitsubishi Delica Mini Diluncurkan, Mobil Mungil Rasa SUV

Kategori :