Gelombang PHK Mendorong Ledakan Freelancer

Gelombang PHK Mendorong Ledakan Freelancer

Freelance lahir dari krisis dan minim perlindungan pekerja.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya meninggalkan angka pengangguran, tetapi juga mengubah lanskap dunia kerja secara drastis.

Ribuan pekerja yang sebelumnya bergantung pada gaji tetap kini dipaksa beradaptasi dengan realitas baru.

Di tengah keterbatasan lapangan kerja formal, dunia freelance menjelma menjadi ruang pelarian sekaligus harapan.

PHK yang terjadi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, media, ritel, hingga industri digital, memutus ilusi stabilitas kerja jangka panjang.

BACA JUGA:Dari Kreatif ke Teknis: Evolusi Dunia Freelance

Pekerja tak lagi hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga kepastian hidup yang selama ini dianggap sebagai fondasi karier.

Bagi banyak korban PHK, freelance awalnya bukan pilihan ideal. Ia hadir sebagai langkah darurat untuk menjaga arus kas tetap berjalan.

Keahlian yang sebelumnya digunakan di kantor kini ditawarkan langsung ke pasar, baik melalui platform digital maupun jejaring personal.

Penulis, desainer, editor, programmer, hingga tenaga pemasaran digital mulai mengandalkan proyek lepas untuk menyambung hidup.

BACA JUGA:Freelance Bukan Bebas Risiko, Ini Seni Mengatur Ketidakpastian

Dalam waktu singkat, jumlah freelancer melonjak tajam, menciptakan ekosistem kerja baru yang tumbuh cepat namun minim regulasi.

Ledakan freelancer menandai pergeseran besar dalam struktur ketenagakerjaan. Perusahaan semakin berhati-hati merekrut pegawai tetap dan lebih memilih sistem kerja berbasis proyek.

Di satu sisi, skema ini menguntungkan pelaku usaha karena menekan biaya operasional. Namun di sisi lain, risiko ekonomi dialihkan sepenuhnya ke pekerja.

Kondisi ini membuat freelance bukan lagi sekadar tren, melainkan konsekuensi logis dari pasar kerja yang semakin fleksibel namun rapuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: