Menempelkan kompres hangat di perut bisa membantu meredakan kembung, mengurangi ketegangan otot, serta memberi efek menenangkan.
3. Bergerak perlahan namun teratur
Meskipun istirahat penting, terlalu lama berbaring justru membuat gas terjebak dalam usus. Aktivitas ringan, seperti berjalan pelan, membantu mempercepat sirkulasi darah, merangsang kerja usus, dan mempercepat pemulihan.
BACA JUGA:Stok Vaksin Anti Rabies di Bandar Lampung Menipis, Hanya Satu Puskesmas Masih Tersedia
4. Pilih makanan yang mudah dicerna
Mulailah dengan makanan lembut dan rendah lemak, seperti bubur, sup hangat, buah yang tidak terlalu asam, atau sayuran rebus. Hindari makanan yang memicu gas, seperti minuman bersoda, makanan pedas, atau gorengan.
5. Minum cukup cairan
Cairan membantu mencegah dehidrasi dan sembelit. Dengan usus yang lebih lancar, rasa tidak nyaman di perut bisa berkurang.
BACA JUGA:15 Inspirasi Olahan Telur: Dari Menu Praktis hingga Sajian Berbumbu Nusantara
6. Rawat luka operasi dengan benar
Kebersihan area luka sangat penting untuk mencegah infeksi.
Ikuti petunjuk dokter dalam membersihkan dan mengganti perban.
Jangan menyentuh luka dengan tangan kotor.
BACA JUGA:Ciri-Ciri Tanah yang Subur untuk Tanaman Hias
Nyeri perut pasca operasi biasanya berkurang dalam hitungan hari hingga minggu.
Namun, ada tanda-tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan, antara lain:
- Nyeri perut semakin hebat meskipun sudah minum obat.
- Demam tinggi yang muncul tanpa sebab jelas.
- Luka operasi tampak merah, bengkak, bernanah, atau mengeluarkan bau tidak sedap.
- Mual dan muntah terus-menerus sehingga tidak bisa makan atau minum.
- Tidak bisa buang gas atau buang air besar selama lebih dari 2–3 hari.
- Perut terasa sangat keras, kaku, atau membesar secara tidak wajar.