Antisipasi Kekeringan, Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Antisipasi Kekeringan, Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan

Ist irigasi Perpompaan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino pada 2026, terutama di sektor pertanian.

Berbagai langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penguatan infrastruktur sumber daya air hingga penggunaan benih unggul yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, menyebutkan bahwa kesiapan Lampung tahun ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pembangunan dan optimalisasi irigasi perpompaan dan perpipaan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).BACA JUGA:Gaji ke-13 ASN-PPPK Lampung Segera Cair, Ini Besaran dan Ketentuannya

“Hingga 2026, sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan telah tersedia dan siap dioperasikan, tersebar di 14 kabupaten/kota,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.

Ia menjelaskan, infrastruktur tersebut telah dibangun sejak 2024 hingga 2025 dan diharapkan mampu berfungsi optimal dalam memenuhi kebutuhan air lahan pertanian pada tahun ini.

Meski demikian, tidak seluruh lahan pertanian dapat terlayani, terutama lahan tadah hujan yang masih rentan terdampak kekeringan.

Selain infrastruktur, Pemprov Lampung juga mendorong penggunaan benih padi varietas genjah atau berumur pendek yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

BACA JUGA:Kejari Lampung Utara Pulihkan Keuangan Daerah Rp1,33 Miliar dari Tindak Lanjut LHP BPK RI

Saat ini, Lampung tercatat sebagai salah satu produsen benih terbesar secara nasional, dengan banyak pelaku usaha yang telah mengembangkan varietas padi genjah dan tahan kekeringan.

"Varietas genjah menjadi solusi agar petani tetap bisa panen di tengah kondisi cuaca ekstrem,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan bantuan benih dari pusat, khususnya bagi petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. 

Proses pengusulan bantuan disebut dapat dilakukan dengan cepat, terutama dalam kondisi darurat.

BACA JUGA:Mangkir Dua Kali, Arinal Djunaidi Akhirnya Datangi Kejati Lampung

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: