Walaupun di kota besar permainan tradisional semakin jarang ditemukan, di pedesaan meriam bambu masih bertahan.
Bahkan, media sosial membuatnya kembali populer karena banyak yang membagikan momen bermain meriam bambu secara daring.
Sejumlah daerah bahkan menggelar festival meriam bambu menjelang Idul Fitri. Acara ini menghadirkan deretan meriam bambu raksasa yang dinyalakan bergantian, disertai dengan pertunjukan seni dan sajian kuliner khas setempat.
BACA JUGA:4 Aktor Korea Ini Lebih Memilih Menikah Langsung daripada Melalui Proses Pacaran
Melestarikan untuk Generasi Berikutnya
Meriam bambu adalah bagian dari tradisi sederhana yang kaya akan makna. Selain mengajarkan kebersamaan dan kerja sama, permainan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.
Untuk menjaga keberlangsungannya, penting bagi masyarakat untuk mengenalkannya kepada generasi muda, mengajarkan cara bermain yang aman, dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.
Ledakan meriam bambu bukan sekadar bunyi keras di udara. Ia adalah gema dari masa lalu yang mengingatkan akan hangatnya kebersamaan, kesederhanaan, dan sukacita Ramadan. Dengan melestarikan tradisi ini, kita menjaga warisan berharga agar tetap hidup di hati generasi yang akan datang.(*)