Parkir Liar di Pasar Tempel BKP Sebabkan Kemacetan, Warga Minta Lahan Resmi Disediakan

Jumat 08-08-2025,22:30 WIB
Reporter : Enrique Ferari
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Aktivitas warga yang padat di Pasar Tempel Bukit Kemiling Permai (BKP) terutama pada sore hari kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas. 

Salah satu penyebab utama adalah maraknya parkir liar yang memenuhi sisi kiri dan kanan badan jalan. 

Situasi ini dikeluhkan oleh warga sekitar, khususnya dari perumahan Bukit Kemiling Permai, yang mengaku kesulitan saat melintas karena padatnya kendaraan yang diparkir sembarangan.

Pantauan Media Lampung di lapangan pada Jumat 8 Agustus 2025 sore hari deretan sepeda motor dan mobil terlihat memenuhi bahu jalan di sekitar area Pasar Tempel, membuat arus kendaraan dari dua arah menjadi tersendat. 

BACA JUGA:Takut Dianggap Memberontak, Penjual Bendera di Jalan Pramuka Tolak Jual Bendera One Piece

Tidak ada marka khusus atau petugas resmi yang mengatur arus parkir. Beberapa tukang parkir tampak sibuk mengarahkan kendaraan, namun mereka pun tidak mampu mengatasi kepadatan.

“Macetnya bisa parah banget, apalagi hari Jumat akhir weekend. Kami dari Bukit Kemiling Permai jadi susah keluar rumah, cuma mau belanja ke pasar atau jemput anak sekolah saja bisa kena macet padahal ini perumahan,” keluh Nurhasanah salah satu warga Bukit Kemiling Permai yang kerap beraktivitas melewati Pasar Tempel.

Menurut Nurhasanah, kondisi ini bukan hal baru, namun selama berbulan-bulan belum ada solusi konkret dari pemerintah setempat.

“Kalau bisa sih disediakan lahan parkir khusus. Jangan semua dibiarin parkir di pinggir jalan. Jalan jadi sempit, terus nyambung ke jalan utama juga tersendat. Kasihan pengguna jalan lain,” tambahnya.

BACA JUGA:5 Warung Nasi Telur Favorit di Malang yang Buka hingga Tengah Malam

Di sisi lain, para juru parkir yang beroperasi di kawasan tersebut mengaku hanya berusaha mencari penghasilan dari aktivitas harian pasar. Mereka mengakui bahwa lokasi parkir yang ada memang tidak ideal, namun tidak ada pilihan lain karena tidak tersedia lahan parkir resmi.

“Kami ini cuma ikut bantuin parkir, biar kendaraan nggak semrawut. Soal lahan, memang nggak ada tempat lain. Kalau ada lahan parkir resmi, kami juga mau pindah ke sana,” ujar Iwan salah satu tukang parkir yang sudah hampir 4 bulan mengais rezeki di kawasan Pasar Tempel.

Iwan mengaku memahami keluhan warga, namun meminta agar tidak semua kesalahan ditujukan ke tukang parkir.

“Kalau kami nggak jaga, justru makin semrawut. Kami juga bantu jaga keamanan motor-motor yang parkir di sini. Ini kan pasar rakyat, ramai tiap hari. Semoga pemerintah bisa bantu cari solusi yang baik, jadi semua senang,” imbuhnya.

BACA JUGA:Marak Rokok Ilegal di Bandar Lampung, Harga Murah Jadi Daya Tarik

Kategori :