Marak Rokok Ilegal di Bandar Lampung, Harga Murah Jadi Daya Tarik
Puluhan merek rokok tanpa cukai beredar luas di warung dan kios di Bandar Lampung-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Provinsi Lampung semakin meluas.
Barang terlarang ini umumnya dipasok langsung ke warung-warung kecil dan kios di berbagai daerah.
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi menjadi alasan utama mengapa produk ilegal ini diminati.
Selain polos tanpa pita cukai, kasus yang paling sering ditemukan adalah penggunaan pita cukai yang salah peruntukan atau salah personalisasi.
BACA JUGA:Pasca Serangan Harimau, Polda Lampung Imbau Warga Tak Beraktivitas di Dekat TNBBS
Proses distribusi rokok ilegal biasanya dilakukan oleh penyelundup yang telah memiliki jaringan pemasaran tetap. Mereka menyalurkan barang langsung ke kios, ritel, hingga grosir di setiap kabupaten/kota.
Para pedagang eceran atau pemilik kios menjadi target utama. Barang diantarkan langsung, baik menggunakan sepeda motor maupun mobil, setelah dilakukan komunikasi terlebih dahulu.
Salah satu pemilik warung di daerah Way Dadi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, biasanya pemilik warung diberikan kontak pemasok rokok ilegal tersebut.
“Jadi nanti kita tinggal pesan dan mereka antarkan langsung pakai motor, tapi ada juga yang mengantarkan pakai mobil,” ujarnya.
BACA JUGA:Bhayangkara FC Gagal Raih Poin usai Kalah Tipis 0-1 dari Borneo FC
Harga rokok ilegal bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp170.000 per slop. Satu slop berisi sekitar 10 bungkus, dan setiap bungkus berisi 20 batang rokok.
“Kalau untuk harga sendiri bervariasi, biasanya seperti Rokok Nayan itu Rp140.000 satu slop, Mami Cantik Rp145.000, Mami Baru Rp155.000, kemudian Pacar Baru Rp150.000. Untuk isinya ada yang 10 ada yang 12 bungkus per slop,” tambahnya.
Seorang pemilik warung di daerah Sukarame juga membenarkan tren ini. Ia mengaku telah lama menjual rokok tanpa pita cukai karena permintaan pembeli yang tinggi.
“Jauh lebih banyak rokok-rokok yang nggak ada cukai sih kalau sekarang pembeli carinya. Mungkin karena harga yang lebih murah, sama rasa juga mirip-mirip lah sama rokok resmi yang harganya dibanderol lebih mahal,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




