Takut Dianggap Memberontak, Penjual Bendera di Jalan Pramuka Tolak Jual Bendera One Piece
Pedagang bendera di Bandar Lampung pilih aman, hanya jual atribut resmi kemerdekaan-Foto Enrique Ferari -
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan Jalan Pramuka, Bandar Lampung, pada Jumat 8 Agustus 2025 menjadi salah satu pusat penjualan atribut kemerdekaan.
Trotoar dipenuhi deretan bendera merah putih, umbul-umbul, dan hiasan bertema nasional yang menarik perhatian warga.
Di tengah meriahnya penjualan atribut resmi, tren baru di media sosial yakni bendera bajak laut dari anime One Piece justru tak mendapat tempat di lapak para pedagang di lokasi tersebut.
Padahal, permintaan bendera bergambar tengkorak bertopi jerami—simbol kru bajak laut Topi Jerami—sedang meningkat pesat di berbagai daerah.
BACA JUGA:7 Warna Rambut yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat
Di sejumlah kota, bendera One Piece mulai dikibarkan sebagian warga, terutama generasi muda, sebagai bentuk ekspresi kebebasan dan perlawanan yang menjadi tema besar dalam serial tersebut. Namun, para penjual di Jalan Pramuka sepakat untuk tidak menjualnya.
“Orang banyak yang tanya bendera One Piece, tapi saya tidak berani jual. Takut disangka macam-macam. Kan sekarang lagi sensitif, banyak yang bilang itu simbol perlawanan, pemberontakan, apalagi kalau dikibarkan bareng bendera merah putih,” ujar Farhan, salah satu penjual bendera.
Menurutnya, meski tren ini dianggap bagian dari budaya populer, ada kekhawatiran masyarakat atau bahkan aparat keamanan akan menafsirkan secara berbeda.
“Kami di sini cuma jualan buat cari makan. Nggak mau ikut-ikutan yang bisa bikin rugi sendiri. Salah dikit bisa panjang urusannya,” tambah Farhan sambil merapikan bendera merah putih ukuran besar di lapaknya.
BACA JUGA:Rana Tonjong, Surga Teratai Raksasa di Timur Nusantara
Hal senada disampaikan Wawan, penjual yang berjualan sekitar 50 meter dari Farhan. Ia mengaku sering diminta menyediakan bendera Jolly Roger khas Topi Jerami, tetapi selalu menolak.
“Saya bilang terus terang, saya nggak jual. Walaupun dia nawar sampai Rp100 ribu satu bendera, saya nggak mau ambil risiko,” kata Wawan.
“Kami ini cuma pedagang kaki lima. Kalau nanti ada yang salah paham, terus kami dituduh menjual simbol pemberontakan, siapa yang tanggung jawab? Bisa ditertibkan, bisa kena razia,” ujarnya.
Bendera bajak laut One Piece, khususnya yang mewakili karakter Monkey D. Luffy, populer karena dianggap merepresentasikan perjuangan melawan ketidakadilan, otoritas korup, dan kebebasan berekspresi. Tema ini banyak disukai anak muda, khususnya yang aktif di media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
