Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan nyata dari pihak kelurahan atau Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung untuk mengatasi masalah parkir liar di kawasan Pasar Tempel.
Sementara warga dan pengguna jalan berharap adanya penataan ulang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
Beberapa warga juga mengusulkan agar dibuatkan lahan parkir sementara di lahan kosong tak jauh dari pasar, yang bisa dikelola secara resmi oleh pihak kelurahan atau koperasi warga.
“Kami dukung pasar tetap hidup, tapi jangan sampai merugikan warga sekitar. Kalau parkir resmi disediakan, kami yakin semua pihak akan lebih tertib,” pungkas Nurhasanah.