Karena sifat komodo yang bisa agresif, seluruh kunjungan ke pulau ini wajib didampingi oleh ranger berlisensi.
Selain komodo, Pulau Rinca juga menjadi rumah bagi berbagai satwa liar lainnya seperti rusa, kera ekor panjang, babi hutan, hingga aneka jenis burung dan reptil kecil.
Keanekaragaman ini menjadikan Pulau Rinca sebagai kawasan ekosistem yang penting dan perlu dijaga keberlanjutannya.
Salah satu aktivitas paling populer di Pulau Rinca adalah trekking. Jalur trekking diatur oleh pihak Taman Nasional Komodo dan terbagi ke dalam beberapa pilihan: jalur pendek, sedang, dan panjang.
BACA JUGA:Fabriek Fikr: Merayakan Jejak Panjang Sardono W. Kusumo dalam Dunia Seni
Jalur terpendek memakan waktu sekitar 30 menit, sedangkan yang paling panjang bisa lebih dari dua jam.
Selama kegiatan trekking, wisatawan akan dipandu oleh ranger yang sudah berpengalaman. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keselamatan pengunjung, tetapi juga memberikan informasi tentang komodo, jenis tumbuhan lokal, hingga perubahan perilaku satwa liar saat musim berganti.
Kegiatan ini menjadi momen edukatif sekaligus rekreasi. Melihat komodo dari jarak aman, menyusuri hutan dan padang savana, serta berdiri di atas bukit sambil memandang laut lepas adalah pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Sebagai bagian dari Taman Nasional Komodo, Pulau Rinca dikelola dengan prinsip konservasi yang ketat. Aktivitas wisata dilakukan dengan pembatasan dan pengawasan.
BACA JUGA:Barang Bukti Hasto Masih Dianalisis, KPK Terus Buru Harun Masiku
Setiap wisatawan wajib mendaftar sebelum masuk kawasan dan dikenai tarif kontribusi yang sebagian digunakan untuk kegiatan pelestarian.
Pemerintah melalui Balai Taman Nasional Komodo secara rutin melakukan monitoring terhadap populasi komodo dan satwa lainnya. Upaya pemulihan habitat juga terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Selain itu, masyarakat lokal dilibatkan dalam pengelolaan wisata sebagai pemandu, petugas kapal, hingga penyedia jasa kuliner dan penginapan di sekitar Labuan Bajo.
Kebijakan ini sejalan dengan semangat ekowisata, di mana pariwisata tidak hanya dimanfaatkan untuk hiburan, tetapi juga mendukung pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Polisi Amankan Pria yang 15 Kali Cabuli Remaja Laki-Laki di Bandar Lampung
Untuk mencapai Pulau Rinca, wisatawan dapat berangkat dari Labuan Bajo menggunakan kapal cepat atau kapal wisata.