Makam Tebing Lemo: Warisan Leluhur Suku Toraja yang Sakral

Rabu 23-07-2025,15:41 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Di sana, terdapat sekitar 75 liang batu yang dikenal dengan nama liang paa’. Masing-masing liang biasanya diperuntukkan bagi satu keluarga besar.

Liang-liang tersebut dipahat langsung ke batu pegunungan. Prosesnya memakan waktu lama karena dikerjakan secara tradisional tanpa bantuan mesin modern. 

Untuk membuat satu liang, waktu pengerjaan bisa mencapai enam bulan hingga satu tahun. Ukurannya pun cukup besar, bahkan bisa menampung lebih dari satu jenazah.

Jenazah dimasukkan ke dalam liang menggunakan tangga bambu atau tali. Setelah itu, lubangnya ditutup dengan papan kayu. Di luar liang, biasanya terdapat patung kayu yang dibuat menyerupai sosok orang yang telah meninggal.

BACA JUGA:Rekomendasi Jam Tangan Alba 2025, Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Salah satu ciri khas dari pemakaman Toraja adalah kehadiran patung kayu yang disebut tau-tau. Patung ini dibuat sebagai representasi visual dari almarhum. 

Wajah, pakaian, dan posisi patung disesuaikan dengan kondisi orang yang dimakamkan. Bahkan, tau-tau diperlakukan dengan penuh hormat karena dipercaya mewakili roh leluhur.

Tau-tau diletakkan di ceruk batu, biasanya berjejer menghadap ke arah luar tebing. Untuk membuat satu tau-tau, dibutuhkan proses yang panjang dan biaya yang besar. 

Biasanya, pembuatan patung ini hanya dilakukan untuk orang yang memiliki kedudukan penting dalam masyarakat. Di masa lalu, bahkan ada syarat tertentu seperti harus mengorbankan puluhan ekor kerbau sebagai bagian dari ritualnya.

BACA JUGA:Pelita Lumpang Mas: Kisah Sambal Pecel Pacitan Menembus Pasar Nasional Berkat BRI

Patung tersebut mengenakan pakaian terbaik dan dilengkapi dengan berbagai ornamen. Dalam beberapa tahun, pakaian tau-tau diganti, biasanya sebelum prosesi penguburan anggota keluarga baru dilakukan.

Makam Batu Lemo diperkirakan mulai digunakan sejak abad ke-16. Tempat ini menjadi salah satu pemakaman batu tertua di wilayah Toraja setelah Songgi Patalo. 

Lokasinya berada sekitar 12 kilometer dari Rantepao ke arah selatan, atau sekitar 6 kilometer ke utara dari kota Makale. 

Akses menuju lokasi cukup mudah karena berada di jalur utama dan sudah terdapat petunjuk jalan.

BACA JUGA:Begini Syarat dan Proses Pengajuan KUR BRI 2025, UMKM Bisa Dapat Modal Rp500 Juta Tanpa Jaminan

Selain Bukit Lemo, beberapa lokasi pemakaman lainnya di Toraja juga memiliki daya tarik serupa, seperti Londa dan Kete Kesu. 

Kategori :