Osteoartritis adalah kondisi degeneratif di mana tulang rawan lutut mengalami keausan seiring bertambahnya usia. Penyakit ini sering menyerang lansia dan ditandai dengan nyeri, kekakuan, serta pembengkakan di sekitar lutut.
3. Peradangan Sendi (Artritis).
Jenis peradangan sendi lainnya, seperti rheumatoid arthritis dan gout (asam urat), juga bisa menjadi pemicu utama nyeri lutut. Rheumatoid arthritis disebabkan oleh gangguan autoimun, sedangkan gout dipicu oleh penumpukan kristal asam urat di persendian.
BACA JUGA:Isak Tangis Iringi Persemayaman Ayah Sarwendah, Ruben Onsu Tampil Hening di Sisi Peti Jenazah
4. Bursitis.
Kondisi ini terjadi saat kantong kecil berisi cairan (bursa) yang berfungsi sebagai pelumas sendi mengalami peradangan akibat tekanan berlebih atau gesekan berulang. Bursitis menyebabkan nyeri, kemerahan, dan terkadang pembengkakan.
5. Tendinitis.
Tendinitis adalah peradangan pada tendon, yakni jaringan penghubung antara otot dan tulang. Aktivitas berulang seperti berlari, melompat, atau bersepeda dapat meningkatkan risiko tendinitis di lutut.
BACA JUGA:Ciptakan Lingkungan ABRI, Pemerintah Desa Jatimulyo Laksanakan Gotong Royong
6. Sindrom Patellofemoral.
Sering disebut sebagai “runner's knee”, sindrom ini terjadi ketika posisi tempurung lutut tidak sejajar dengan benar, menimbulkan nyeri saat menekuk lutut, naik turun tangga, atau duduk terlalu lama.
Berbagai Cara untuk Mengatasi Nyeri Lutut
Metode pengobatan nyeri lutut sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya serta tingkat keparahan kondisi.
Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain;
BACA JUGA:Cerita Azrul Ananda Angkat Kaki dari Jawa Pos demi Persebaya