Batu Runciang, Menara Karst di Sawahlunto

Minggu 13-07-2025,20:54 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Semakin tinggi bebatuan yang berhasil ditaklukkan, semakin luas pula panorama Sawahlunto yang terlihat, menghadirkan kepuasan tersendiri yang sulit tergantikan.

Menariknya, letak Batu Runciang yang relatif dekat dengan pusat kota membuatnya mudah diakses wisatawan. 

Biasanya, pengunjung menjadikan kunjungan ke Batu Runciang sebagai pelengkap rangkaian wisata sejarah Sawahlunto. 

BACA JUGA:Martabak Bangka: Camilan Legendaris yang Selalu Hadir di Setiap Momen Istimewa

Mulai dari Museum Kereta Api Sawahlunto yang menyimpan cerita masa kejayaan tambang, hingga menyusuri Lubang Tambang Mbah Suro yang sarat nilai sejarah. 

Perpaduan wisata sejarah dan wisata alam seperti ini menjadi daya tarik Sawahlunto yang berbeda dibanding kota wisata lain.

Kini, pemerintah daerah pun mulai serius mempromosikan kembali Batu Runciang setelah aktivitas wisata sempat terhenti akibat pandemi. 

Dengan modal utama berupa keindahan batu karst unik dan panorama menawan, Batu Runciang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun nasional. 

 

Bahkan, kawasan ini punya potensi dikembangkan sebagai wisata edukasi geologi. Struktur batuan yang terbentuk sejak lama dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa, mahasiswa, hingga komunitas pecinta alam.

Selain pesona fisiknya, suasana tenang dan udara sejuk khas pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri. 

Bagi sebagian orang, datang ke Batu Runciang bukan hanya sekadar menikmati keindahan, tetapi juga untuk sejenak menepi dari hiruk pikuk kota. Duduk di sela bebatuan, dikelilingi alam yang masih perawan, terasa menenangkan.

Dengan akses yang semakin diperbaiki, biaya kunjungan yang terjangkau, serta pemandangan yang memukau, Batu Runciang perlahan bangkit menjadi destinasi primadona baru di Sawahlunto. 

 

Tempat ini bukan hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan cerita panjang proses geologi bumi yang jarang ditemui di tempat lain.

Batu Runciang kini bukan sekadar kumpulan bebatuan karst, melainkan simbol perubahan wajah Sawahlunto: dari kota tambang yang pernah jaya, menuju kota wisata yang terus berbenah. 

Kategori :