Kondisi ini membuat Batu Runciang menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang menginginkan destinasi alam murah meriah, namun tetap memiliki keunikan luar biasa.
Saat pertama kali melangkah ke kawasan ini, pengunjung disambut suasana yang masih sangat alami.
Deretan batu karst menjulang dengan bentuk runcing yang unik, berdiri kokoh bak menara buatan tangan alam.
Beberapa di antaranya bahkan mencapai ketinggian sekitar 30 meter. Selain bebatuan karst, terdapat pula batuan andesit berukuran besar yang semakin menambah keindahan kawasan ini.
BACA JUGA:4 Selebriti Menjabat di BUMN di Era Prabowo: Terobosan atau Gimmick?
Semua formasi tersebut terbentuk secara alami akibat proses geologi yang memakan waktu ribuan hingga jutaan tahun.
Meskipun baru pulih dari dampak pandemi, kawasan Batu Runciang tampak cukup bersih. Rumput liar yang tumbuh panjang justru menghadirkan kesan alami dan liar, menambah pesona tersendiri.
Pemandangan rumput hijau yang memanjang di sela-sela batu runcing menciptakan suasana dramatis, menjadikannya lokasi favorit untuk foto pre-wedding atau sekadar berpose untuk koleksi media sosial.
Keunikan bentuk batuan dan latar langit biru yang cerah membuat setiap sudut Batu Runciang tampak fotogenik.
BACA JUGA:Jonathan Frizzy Ditahan karena Vape Etomidate, Ini Fakta Terbaru
Sensasi berbeda muncul ketika berhasil mendaki hingga ke puncak salah satu bebatuan. Dari ketinggian, mata dimanjakan oleh panorama Kota Sawahlunto yang dibingkai perbukitan hijau.
Jalan Lintas Sumatera tampak berkelok di kejauhan, kendaraan berlalu-lalang, dan suasana kota tambang lama yang kini bertransformasi menjadi kota wisata.
Bagi yang menyukai tantangan, memanjat batu runcing ini memberikan pengalaman tersendiri, meski tidak semua orang berani mencoba mengingat medannya cukup terjal dan licin.
Selain sebagai spot foto dan tempat rekreasi, Batu Runciang juga menjadi arena latihan favorit para penggemar panjat tebing.
BACA JUGA:Puding Regal Susu: Sajian Lembut dan Nikmat yang Mudah Dibuat di Rumah
Struktur batu karst yang keras dan bentuknya yang unik membuat kawasan ini menjadi “taman bermain” alami bagi mereka yang hobi memanjat.