Wisata Geopark Meratus dan Kebumen Jadi Sorotan Dunia

Wisata Geopark Meratus dan Kebumen Jadi Sorotan Dunia

Wisata Geopark Meratus dan Kebumen / Foto --- instagram @unescojakarta--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pengakuan internasional terhadap kekayaan alam Indonesia selalu mengandung makna ganda, yakni kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

Pada April 2025, Indonesia kembali menegaskan posisinya di mata dunia setelah dua taman bumi nasional, Geopark Meratus di Kalimantan Selatan dan Geopark Kebumen di Jawa Tengah, resmi masuk dalam jaringan UNESCO Global Geoparks.

Penetapan ini menambah daftar kawasan Indonesia yang diakui memiliki nilai geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya yang penting bagi peradaban global.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO yang berlangsung di Paris. Bersama sejumlah geopark lain dari berbagai negara, Meratus dan Kebumen melengkapi ratusan situs geopark dunia yang tersebar di puluhan negara.

BACA JUGA:PLN UP3 Kotabumi Perkuat Budaya K3 Lewat Apel Gelar Alat dan Aksi Donor Darah

Bagi Indonesia, pencapaian ini memperkuat citra sebagai negara dengan kekayaan alam luar biasa, sekaligus menegaskan komitmen dalam menjaga warisan bumi melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan.

Status sebagai UNESCO Global Geopark tidak diberikan semata karena keindahan lanskap.

Pengakuan ini melekatkan tanggung jawab besar untuk melindungi kawasan, mengelolanya secara bijak, serta menjadikannya sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Geopark diposisikan sebagai ruang hidup yang memadukan konservasi, pendidikan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama.

BACA JUGA:Simulasi Angsuran KUR BRI 2026, Dari Modal Kecil hingga Rp 200 Juta

Pegunungan Meratus menjadi contoh nyata keterkaitan antara sejarah geologi purba dan kehidupan manusia masa kini.

Rangkaian pegunungan ini membentang ratusan kilometer melintasi Kalimantan Selatan hingga sebagian wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Kawasan ini menyimpan formasi batuan ofiolit yang terbentuk ratusan juta tahun lalu, menjadikannya salah satu kawasan geologi tertua dan terpenting di Indonesia.

Jejak pergerakan lempeng bumi purba masih dapat dibaca melalui susunan batuan yang membentuk lanskap Meratus saat ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: