Keindahan Tiada Duanya Pulau Samosir di Tengah Danau Toba

Kamis 10-07-2025,17:14 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Restoran-restoran yang menyajikan kuliner khas Batak pun bertebaran, menghadirkan cita rasa unik seperti naniura (ikan segar berbumbu rempah khas Batak), arsik, hingga saksang yang terkenal.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menemukan galeri seni dan toko kerajinan tangan yang menjual hasil karya penduduk lokal.

Di Tuktuk, ada banyak aktivitas seru yang dapat dilakukan. Wisatawan bisa berenang di tepian danau, berkano menyusuri permukaan air yang tenang, memancing, atau sekadar duduk santai menikmati pemandangan menakjubkan saat matahari terbenam. 

Keindahan senja di Danau Toba, ketika cahaya jingga memantul di permukaan air dan berpadu dengan siluet perbukitan, menjadi momen yang tak terlupakan.

BACA JUGA:DPR Soroti Anggaran Penanganan Lumpur Lapindo yang Terus Membengkak

Bagi yang ingin mengeksplorasi lebih dalam, Pulau Samosir juga memiliki sejumlah desa tradisional yang menyimpan sejarah panjang. Salah satunya adalah Desa Ambarita, yang terkenal dengan kursi batu warisan Raja Siallagan. 

Tempat ini dulunya menjadi lokasi musyawarah adat dan pengadilan tradisional masyarakat Batak. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat langsung peninggalan sejarah yang membuktikan kearifan lokal dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Selain itu, Desa Simanindo juga menjadi destinasi menarik dengan pertunjukan tari tradisional Batak. 

Tarian ini diiringi alunan musik gondang sabangunan yang khas dan sarat makna, menghadirkan suasana penuh energi sekaligus memberikan wawasan budaya kepada wisatawan.

BACA JUGA:Sidang Vadel Badjideh Hadirkan Dua ART, Pengakuan Penting Terungkap

Perjalanan menuju Pulau Samosir sendiri relatif mudah. Dari Kota Medan, wisatawan bisa menempuh perjalanan darat menuju Parapat selama sekitar empat hingga lima jam menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan. 

Bagi yang ingin merasakan sensasi berbeda, tersedia juga kereta api jurusan Medan–Pematang Siantar. Dari Pematang Siantar, perjalanan dilanjutkan naik bus menuju Parapat, memakan waktu sekitar dua jam.

Selama perjalanan menuju Parapat, wisatawan akan melewati perkebunan kelapa sawit dan karet yang membentang luas, menghadirkan pemandangan hijau yang menenangkan mata. 

Setibanya di Parapat, kapal feri siap mengantar wisatawan menyeberang ke Tuktuk di Pulau Samosir dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 45 menit, tergantung kondisi cuaca dan gelombang danau.

BACA JUGA:Lepet Jagung Kukus: Camilan Tradisional Enak dan Cuan

Keistimewaan Pulau Samosir bukan hanya pada keindahan alamnya yang mempesona, tetapi juga keramahan penduduk lokal yang selalu siap menyapa dengan senyum hangat. 

Kategori :