5 Upacara Adat Riau yang Sarat Makna Budaya

Minggu 25-05-2025,20:01 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

3. Belian

Upacara Belian berasal dari tradisi Suku Petalangan yang tinggal di wilayah pedalaman Riau. Upacara ini dilangsungkan saat ada anggota masyarakat yang mengalami penyakit berat, terkena musibah, atau menghadapi situasi sulit seperti ibu yang susah melahirkan.

Upacara ini dipimpin oleh tokoh adat atau dukun yang membacakan doa dan mantra sambil mempersembahkan sesaji. Mereka meyakini bahwa upacara ini bisa membantu menyembuhkan atau mengusir gangguan yang bersifat gaib.

Terdapat dua jenis Belian, yakni yang bersifat ringan (Belian kecil) dan yang lebih kompleks (Belian besar). Biasanya Belian besar dilakukan jika kondisi yang dihadapi dianggap sangat berat atau belum membaik setelah upacara pertama.

BACA JUGA:Ngumbai Atakh: Warisan Doa dan Kebersamaan dari Pesisir Barat Lampung

4. Menyemah Laut

Masyarakat pesisir Riau memiliki kepercayaan bahwa laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tapi juga dihuni oleh roh-roh penjaga yang harus dihormati. Oleh karena itu, upacara Menyemah Laut dilaksanakan untuk memohon keselamatan dari gangguan makhluk halus.

Warga akan naik perahu ke tengah laut sambil membawa sesaji berupa makanan dan bunga, yang kemudian dihanyutkan ke laut sebagai simbol penghormatan dan permintaan perlindungan. Diiringi dengan musik tradisional dan doa-doa khusus, suasana upacara ini terasa sakral.

Dalam beberapa perayaan, sering kali ditampilkan pula seni bela diri, yang diyakini bisa menjadi media perwujudan roh ketika salah satu peserta mengalami kesurupan. Selain berfungsi sebagai pelindung, upacara ini juga menjadi bagian dari budaya pesisir yang kaya akan nilai spiritual.

BACA JUGA:Sekapur Sirih: Tarian Tradisional dari Aceh Tamiang

5. Rangkaian Upacara Pra-Nikah

Upacara pernikahan adat Melayu Riau tak hanya dilakukan pada hari akad saja, tapi diawali dengan rangkaian panjang pra-nikah. Terdapat sebelas tahapan yang mesti dilalui oleh calon mempelai dan keluarga.

Proses diawali dengan merisik atau mengenal lebih dekat calon pasangan. Kemudian dilanjutkan dengan peramalan kecocokan, lamaran, serta pengantaran tanda sebagai simbol ikatan. Selanjutnya ada tahap mengantar keperluan pesta dan penentuan siapa yang akan menjemput calon pengantin.

Penting juga tahap menghias rumah dan pelaminan, membersihkan diri secara simbolis lewat prosesi berandam, dan berdoa agar dikaruniai keturunan yang baik. Ada juga ritual berinai untuk melindungi calon pengantin dari hal-hal buruk dan pembacaan khatam Al-Quran sebagai wujud kesiapan spiritual.

BACA JUGA:7 Hasil Kerajinan Seni Kriya Aceh

Semua tahapan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat, dan sekaligus memastikan bahwa pernikahan dimulai dengan keberkahan dan restu dari keluarga serta masyarakat.

Kategori :