Silek Lanyah: Tradisi Unik Penuh Nilai dari Ranah Minangkabau

Sabtu 17-05-2025,18:21 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Dalam kondisi tanah yang basah dan licin, para pesilat menunjukkan keterampilan dan kelincahan mereka. Tantangan utama dalam pertunjukan ini adalah menjaga keseimbangan sambil tetap lincah bergerak di medan berlumpur.

Walaupun terkesan sederhana, Silek Lanyah sebenarnya adalah bentuk pertunjukan yang telah melalui proses kreatif. 

Gerakan-gerakannya diambil dari beragam aliran silek yang berkembang di daerah sekitarnya, seperti Silek Tuo Gunuang. 

Namun, yang membuat pertunjukan ini berbeda adalah lokasi, suasana, serta bentuk penyajiannya yang lebih artistik.

BACA JUGA:Baru Oholu dan Õröba Si’öli: Pakaian Adat Nias yang Kaya Makna Budaya

Cakak Basamo: Pertunjukan Spektakuler

Salah satu bagian paling menarik dari Silek Lanyah adalah sesi yang disebut cakak basamo. 

Pada sesi ini, para pesilat bertarung bebas tanpa pasangan tetap. 

Gerakan dilakukan spontan, sehingga menguji kemampuan refleks, ketajaman insting, dan penguasaan teknik. 

BACA JUGA:Tari Maena: Simbol Sukacita dan Persatuan dari Nias

Lumpur yang menutupi tubuh peserta membuat suasana semakin dramatis dan memikat penonton.

Biasanya, pertunjukan ini diiringi musik tradisional Minangkabau seperti tambua, tasa, dan talempong pacik. 

Irama musik tradisional memberikan semangat dan menambah nuansa budaya yang kuat. 

Gerakan pesilat pun tampak menyatu dengan dentuman musik, menciptakan keselarasan antara kekuatan fisik dan keindahan gerak.

BACA JUGA:Museum Pusaka Nias: Menyelami Kekayaan Budaya Pulau Nias

Melibatkan Semua Kalangan

Kategori :