Tari Maena: Simbol Sukacita dan Persatuan dari Nias

Kamis 15-05-2025,17:03 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

BACA JUGA:Rahasia Air Hangat: Manfaat Tersembunyi Saat Mencuci Wajah

Dengan cara ini, Tari Maena menjadi saluran komunikasi yang efektif di tengah masyarakat.

Menariknya, tarian ini tidak membutuhkan alat musik. 

Irama dan tempo ditentukan oleh nyanyian yang dipimpin oleh seseorang, yang kemudian diikuti oleh peserta lain secara serempak. 

Inilah yang membuat Tari Maena terasa unik dan berbeda dari banyak tarian tradisional lainnya.

BACA JUGA:NO HOAX! Klaim Saldo DANA Kaget Disini Sebelum Kehabisan

Busana Penari

Dalam pertunjukan resmi, para penari biasanya mengenakan pakaian adat khas Nias yang mencerminkan kekayaan budaya dan status sosial. Warna-warna cerah seperti merah dan kuning sering mendominasi, serta dilengkapi dengan hiasan kepala dan aksesori lainnya. 

Namun dalam acara santai atau perayaan umum, busana bisa lebih sederhana dan bebas, selama tetap sopan dan menghormati nilai budaya.

Hal ini menunjukkan fleksibilitas Tari Maena, di mana siapa pun bisa ikut serta, baik dari kalangan muda maupun tua, tanpa harus terikat oleh aturan formal.

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Akan Tempatkan Satpol PP di Pasar Gudang Lelang Usai Dugaan Pungl

Keunikan dan Nilai Budaya

Salah satu hal yang membedakan Tari Maena dengan tarian daerah lain adalah sifatnya yang inklusif. Tarian ini mengajak siapa pun yang hadir untuk ikut menari. 

Tidak ada batasan antara penonton dan penari, karena semua menjadi bagian dari pertunjukan. Hal ini memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas yang menjadi inti budaya Nias.

Tari Maena juga sering diawali dengan pembacaan pantun atau kalimat lucu oleh tetua adat. 

BACA JUGA:Selama Libur Waisak, KAI Divre IV Tanjung Karang Layani 15.930 Penumpang

Kategori :