Gomo Nias Selatan, Jejak Awal Peradaban dan Pusat Budaya Asli Pulau Nias
Gomo adalah gambaran tentang Nias yang autentik: sebuah wilayah yang menyimpan jejak awal peradaban, kekuatan adat, dan kearifan lokal yang masih hidup hingga kini. - Foto Instagram@itswonderfulnias--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Gomo merupakan salah satu wilayah paling penting di Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, yang menyimpan nilai sejarah dan budaya sangat tinggi bagi masyarakat Nias.
Terletak di kawasan pedalaman Pulau Nias, wilayah ini dikenal sebagai daerah pegunungan yang relatif terpencil.
Namun justru dari keterpencilan itulah, Gomo mampu menjaga keaslian tradisi, adat istiadat, serta peninggalan leluhur yang masih hidup hingga sekarang.
Bagi orang Nias, Gomo kerap dipandang sebagai jantung budaya dan wilayah awal kehidupan nenek moyang mereka.
BACA JUGA:Adu Ketangkasan Sakral dalam Tradisi Tari Caci Manggarai
Secara geografis, Gomo berada jauh dari kawasan pesisir dengan bentang alam yang didominasi perbukitan, hutan lebat, dan lembah-lembah yang dialiri sungai kecil.
Kondisi alam tersebut membentuk pola hidup masyarakat yang sangat bergantung pada lingkungan sekitar, terutama dalam bidang pertanian dan pemanfaatan hasil alam.
Akses menuju wilayah ini tidak semudah daerah pantai, namun keterisolasian tersebut justru berperan besar dalam menjaga kelestarian alam dan budaya lokal dari pengaruh luar.
Dalam tradisi lisan masyarakat Nias, Gomo diyakini sebagai salah satu titik awal permukiman leluhur.
BACA JUGA:Masker Rambut Terbaik untuk Rambut Sehat, Kuat, dan Bebas Masalah
Dari wilayah pedalaman inilah, kelompok-kelompok masyarakat kemudian menyebar ke berbagai penjuru Pulau Nias, termasuk wilayah pesisir yang kini berkembang pesat.
Karena itu, Gomo tidak hanya dipahami sebagai wilayah administratif, melainkan juga sebagai ruang simbolik yang sarat nilai historis dan spiritual bagi identitas orang Nias.
Kehidupan masyarakat Gomo hingga kini masih sangat dipengaruhi oleh hukum adat. Sistem sosial diatur berdasarkan norma-norma tradisional yang mengatur hubungan antarkeluarga, mekanisme musyawarah, hingga tata cara pelaksanaan upacara adat.
Nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, dan kepatuhan pada adat istiadat menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




