Makna Filosofis di Setiap Elemen
Setiap bagian dari Rumah Bolon memiliki filosofi tersendiri. Tiang-tiang penyangga menggambarkan kekuatan, kebersamaan, dan solidaritas antaranggota keluarga.
Ruang tanpa sekat mencerminkan keterbukaan dan eratnya hubungan dalam keluarga besar.
Tingginya atap melambangkan harapan yang tinggi dan kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.
BACA JUGA:Rahasia Membuat Tahu Susu Lembut dan Gurih di Rumah
Bagian luar rumah biasanya dihiasi dengan ukiran tradisional yang disebut gorga.
Motif gorga ini bukan hanya sekadar hiasan, tetapi dipercaya memiliki makna simbolis dan fungsi magis sebagai penolak bala.
Warna-warna yang digunakan pada ukiran—merah, putih, dan hitam—juga sarat makna.
Merah melambangkan keberanian, putih sebagai lambang kesucian, dan hitam menggambarkan kekuatan serta keabadian.
BACA JUGA:Gejolak Mereda, Harga Emas Mulai Tergelincir
Tantangan Pelestarian Rumah Bolon
Meskipun memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, Rumah Bolon kini menghadapi tantangan besar dalam hal pelestarian. Banyak rumah yang kondisinya mulai rusak, terutama di bagian atap, tiang penyangga, dan lantai.
Usia bangunan yang sudah tua, ditambah pengaruh cuaca dan kurangnya perawatan, membuat rumah-rumah ini perlahan-lahan rapuh dan tidak lagi layak dihuni.
Salah satu masalah utama adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara merawat rumah adat sesuai dengan metode tradisional. Tidak banyak tersedia panduan atau pelatihan teknis yang dapat membantu masyarakat memahami bagaimana memperbaiki rumah Bolon tanpa merusak struktur aslinya. Akibatnya, perawatan sering dilakukan seadanya dan tidak berkelanjutan.
BACA JUGA:Tepung Beras: Perawatan Alami untuk Mengencangkan Kulit Sekitar Mata Tanpa ke Klinik
Peran Penting Komunitas dan Pemerintah