Dalam perannya ini, Callista menunjukkan transformasi emosional yang kuat. Ia harus menampilkan perubahan karakter Kashi yang awalnya keras dan penuh kemarahan, menjadi pribadi yang mulai memahami arti cinta dan kedewasaan.
Callista merasa bahwa karakter Kashi sangat menantang. Ia harus bisa menggambarkan emosi yang kompleks antara rasa kecewa, amarah, hingga kepercayaan yang perlahan tumbuh kembali.
Karakter ini memberinya banyak pelajaran soal pendalaman peran dan kemampuan membangun chemistry dengan lawan main.
BACA JUGA:Hyundai Percepat Otomatisasi Pabrik dengan Robot Humanoid: Transformasi atau Ancaman?
Warisan Darah Seni dari Keluarga
Tak banyak yang mengetahui bahwa Callista Arum merupakan keponakan dari mendiang Mike Mohede, penyanyi berbakat yang dikenal lewat ajang pencarian bakat.
Hubungan ini mengindikasikan bahwa bakat seni memang mengalir dalam darah keluarga mereka.
Meskipun menekuni cabang seni yang berbeda, Callista meneruskan semangat berkarya yang dulu dimiliki pamannya. (*)