Sedangkan untuk kondisi yang kedua, bisa jadi anda dalam keadaan memang sedang begadang misalnya, karena kondisi dengan tugas tertentu, seperti sedang dalam keadaan kerja shift yang membuat anda belum tidur.
Anda masih dapat melaksanakan sholat ini, bahkan jika misalnya pada pukul dua belas malam Anda masih sibuk dengan pekerjaan dan belum sempat untuk tidur.
"Bahkan Anda ingin menunaikan salat misalnya, maka shalat Anda statusnya di situ masuk dalam kategori Qiyamul Lail," ujar Ustadz Adi Hidayat.
"Sesampai rumah bisa jam setengah dua belas, anda ingin shalat isya sudah, dan anda ingin shalat sebelum tidur. Maka shalat anda disebut dengan Qiyamul Lail," ucap Ustadz Adi Hidayat.
BACA JUGA:Soal Jadwal Seleksi CPPPK, Ini Kata BKPSDM Pesisir Barat
Dalam kondisi begadang itu lah, Anda dapat memanfaatkannya dengan lebih baik ada waktu yang mendekatkan Anda kepada Allah SWT.
"Anda masih ada keperluan, maka anda tunaikan dalam keadaan belum tidur, anda isi dengan tunaikan shalat pada saat itu. Maka kategori yang pertama disebut dengan apa? Qiyamul Lail," papar Ustadz Adi Hidayat.
Untuk Sholat malam yang kedua adalah Sholat Tahajud, yang umum sering dilakukan pada dua pertengahan malam hingga akhir malam.
"Biasanya dikerjakannya jarang jarang, ada yang dibawah tengah malam," terang Ustadz Adi Hidayat.
BACA JUGA:Kwaran Lemong Gelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-62
Pada umumnya, seperti yang sering disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, Sholat Tahajud dilakukan setelah tengah malam, seringkali melewati pukul 12.00 WIB dini hari.
Kondisi jam setengah dua, atau setengah tiga, setengah empat sudah mendekat kepada fajar, nah aktivitas yang ditunaikan setelah tidur dulu, tidur berbaring dalam bahasa arab yang ini disebut dengan hajada.
Kalau Anda sedang berupaya untuk bangkit setelah Anda berbaring terlebih dahulu, seperti yang disarankan oleh Ustadz Adi Hidayat, maka Anda dapat menambahkan dengan 'ta' di depannya.
Usaha untuk bangkit setelah anda berdiri, berbaring dengan serius cara bangkitnya.
BACA JUGA:Pj Bupati Lampung Barat Serahkan Hadiah Kepada Pemenang Lomba Permainan Tradisional
"Jika ingin dirubah jadi sifat dan kebiasaan maka ubah kalimat menjadi ‘tahajada’ jadi ‘tahajud’," terang Ustadz Adi Hidayat.