Untuk Tingkatkan Investasi, Pemprov Komitmen Wujudkan Lampung Ramah Usaha

Rabu 25-01-2023,20:04 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiyawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi menyampaikan bahwa tantangan kedepan akan lebih berat akibat situasi dari ekonomi global sesuai dengan ramalan Dana Moneter Internasional atau IMF yang mana akan terjadi resesi dunia di tahun 2023 akan mempengaruhi ekonomi di Lampung. 

Hal itu ia sampaikan saat saat membuka Acara Rapat Kerja Forum Investasi Lampung (FOILA) Awal Tahun 2023 mewakili Sekdaprov Lampung, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (25/1).

"Perekonomian Lampung merupakan skala kecil dari percaturan perekonomian dunia. Artinya, apa yang akan terjadi di tingkat global akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional dan perekonomian daerah, termasuk Provinsi Lampung. Dengan prediksi ini kita harus waspada, walaupun tetap mempertahankan optimisme masyarakat maupun investor dalam rangka mendukung perekonomian di Provinsi Lampung," pesannya. 

Beragam upaya perlu ditempuh dalam menjaga iklim investasi di Lampung agar tetap bersahabat, dan diharapkan bisa menopang target pertumbuhan ekonomi Lampung Tahun 2023 sebesar 4,5% sampai 5%, bahkan bisa lebih dari 5%.

BACA JUGA:Sukadamai, Gunungterang dan Muarajaya l Kompak Musdesus Penetapan KPM BLT-DD

Mengenai hal itu, Kusnardi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung memiliki komitmen dalam peningkatan investasi di Provinsi Lampung. 

"Terkait dengan peningkatan investasi, Pemerintah Provinsi Lampung memiliki komitmen yang kuat dan termaktub dalam salah satu Agenda Kerja Utama 2019-2024, yaitu Lampung Ramah Usaha, melalui penataan regulasi dan kebijakan pengembangan dunia usaha," ungkapnya. 

Dalam rangka melaksanakan Agenda Kerja Utama tersebut, diperlukan dukungan stakeholder terkait. Untuk itu melalui FOILA ini, diharapkan koordinasi lintas instansi dilakukan secara optimal.

Kusnardi juga melanjutkan bahwa untuk mendapatkan realisasi investasi yang lebih baik diperlukan upaya baru berupa inovasi, langkah-langkah yang lebih detail semacam B to B (business to business) namun tidak keluar dari regulasi, sehingga para pelaku investasi memiliki data yang clear and clean serta tertarik untuk berinvestasi di Provinsi Lampung.

BACA JUGA:Tiga KWT di Lambar Terima Bantuan dari Pemprov

Penyusunan rencana kerja FOILA 2023 juga diharapkan mampu memberikan solusi dalam permasalahan di bidang investasi.

"Untuk itu dalam menyusun rencana kerja FOILA 2023, saya mengingatkan agar kita memberikan solusi atas permasalahan di bidang investasi seperti pemberian fasilitas/insentif kepada investor, kemudahan layanan perizinan, penyediaan data dan informasi peluang investasi, serta promosi investasi," terangnya.

Diakhir, Sekdaprov melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Kusnardi mengharapkan komitmen seluruh pihak untuk mendukung kerja FOILA sehingga provinsi Lampung dapat berkembang menjadi salah satu tujuan investasi terbaik di Indonesia.

"Saya mengharapkan komitmen serta kerja keras dari Bapak/Ibu untuk dapat bersama sama bersinergi dalam mendukung program kerja FOILA pada tahun 2023, sehingga Provinsi Lampung memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat berkembang sebagai salah satu tujuan investasi terbaik di Indonesia," pungkasnya.

BACA JUGA:Antisipasi DBD, Puskesmas Buaynyerupa Lakukan Pemeriksaan Jentik Nyamuk

Kategori :