LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sejak mencuatnya permasalahan yang menyebabkan kerugian negara hingga miliaran rupiah yang disebabkan oleh sejumlah proyek bermasalah di Kabupaten Pesisir Barat sejak 2014-2020 silam sebesar Rp15 miliar, hingga saat ini kerugian negara yang berhasil dipulihkan hanya kurang lebih sebesar Rp500 juta.
Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat Deddy Sutendy melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Yayan Indriyana mengatakan hingga hari ini belum ada progres pengembalian yang dilakukan oleh pihak rekanan atas kerugian negara yang ditimbulkan, bahkan pihaknya berencana akan mengembalikan berkas persoalan tersebut ke Inspektorat Pesisir Barat. "Sampai saat ini belum ada progres penambahan pengembalian yang dilakukan oleh rekanan, baru sekitar kurang lebih Rp500 juta dari 53 SKK yang telah kita undang sebelumnya untuk melakukan pengembalian, akhir bulan ini rencananya akan kita kembalikan ke Inspektorat berkasnya," kata Yayan. Yayan menyebut terdapat beberapa kendala terkait progres pengembalian kerugian negara tersebut yang paling utama adalah tidak valid nya alamat rekanan sehingga SKK yang di kirim melalui jasa pengiriman banyak yang dikembalikan karena alamat yang dituju tidak ditemukan hal tersebut yang menghambat upaya penagihan. BACA JUGA:Omnibus Kesehatan "Karena SKK yang kita kirim melalui jasa pengiriman banyak yang dikembalikan karena alamatnya sudah tidak valid, karena kerugian itu kan terjadi sejak tahun 2014-2020 mungkin rekanan sudah banyak pindah atau bagaimana kita tidak tahu itu juga yang hingga saat ini terus kita koordinasikan dengan Inspektorat karena kewenangan kita hanya penagihan," ujarnya. Sebab kata Yayan, Inspektorat yang memiliki kewenangan untuk menentukan langkah yang akan diambil ketika pihak rekanan tidak menggubris surat penagihan yang disampaikan, sehingga pihaknya tidak ingin menyalahi terkait langkah yang akan diambil apabila sampai akhir tahun ini pihak rekanan tidak mengembalikan kerugian negara tersebut.*Pengembalian Kerugian Negara Terkendala Alamat
Jumat 23-12-2022,12:25 WIB
Reporter : Lusiana Purba
Editor : Budi Setiyawan
Tags : #kerugian negara
#kejari lambar
Kategori :
Terkait
Rabu 10-12-2025,15:26 WIB
Eks Peratin Sukarame Ditahan, Penyidik Temukan Dugaan Korupsi Dana Desa Rp272 Juta
Selasa 09-12-2025,12:06 WIB
8 Tahun Buron Usai Korupsi Dana Desa Rp342 Juta, Mantan Peratin Bandar Agung BNS Ditangkap
Selasa 24-06-2025,21:02 WIB
Kejari Lampung Barat Tetapkan PPK sebagai Tersangka Baru Kasus DPT Way Ngison
Rabu 18-06-2025,19:18 WIB
Lima Anak Usaha Terseret Kasus CPO, Wilmar Kembalikan Dana Rp11,8 Triliun
Senin 19-05-2025,16:02 WIB
Korupsi Dana Desa, Eks Peratin Tanjung Kemala Ditahan
Terpopuler
Kamis 20-08-2026,13:16 WIB
Senam Anak Indonesia Hebat Libatkan 43.818 Anak PAUD hingga TK di Lampung
Kamis 20-08-2026,13:08 WIB
Pemkot Bandar Lampung Siapkan Konsep Front City untuk Perkuat Wajah Kota Metropolitan
Kamis 20-08-2026,14:57 WIB
Lampung Siapkan Penataan Pesisir Terpadu, Waterfront City Jadi Andalan
Kamis 20-08-2026,13:04 WIB
Pelanggan KAI Divre IV Tanjung karang Naik 13,74 Persen Saat Libur HUT RI
Kamis 20-08-2026,16:55 WIB
Kasus BSPS Way Kanan, Pengacara Pertanyakan Saksi Terima Uang Tak Jadi Tersangka
Terkini
Kamis 20-08-2026,17:05 WIB
Agus Widodo Desak Pemkot Bandar Lampung Segera Terbitkan Perwali Disabilitas
Kamis 20-08-2026,16:55 WIB
Kasus BSPS Way Kanan, Pengacara Pertanyakan Saksi Terima Uang Tak Jadi Tersangka
Kamis 20-08-2026,14:57 WIB
Lampung Siapkan Penataan Pesisir Terpadu, Waterfront City Jadi Andalan
Kamis 20-08-2026,13:16 WIB
Senam Anak Indonesia Hebat Libatkan 43.818 Anak PAUD hingga TK di Lampung
Kamis 20-08-2026,13:08 WIB